71.A

1.1K 126 89
                                        

Harlan kali ini melakukan semua dengan rapi menyimpan bukti untuk mulai membongkar dalang dibalik kematian Julian.

Harlan sama sekali tidak memberi celah untuk Hilmi tau, lelaki itu 10 langkah lebih jauh dari sang adik. Harlan bahkan sengaja meminta semua orang suruhan Hilmi untuk lebih dulu menyerahkan bukti apapun padanya.

Harlan rela menggaji mereka 3 kali lebih besar dari Hilmi, karena Harlan tau hidup adiknya hanya dikelilingi oleh orang-orang licik.

Tidak peduli sekeras dan seberisik apa Sebastian menyuruh ayahnya berhenti membantu Hilmi, tapi Harlan sama sekali tidak peduli.

Harlan menyayangi adik dan keponakannya terlalu besar, hingga ia tidak lagi peduli akan rasa sakitnya dimasa lalu lagipula itu semua sudah berhasil Harlan lewati.

Apapun yang terjadi Harlan akan membongkar semua kebusukan mereka, makanya Harlan meminta bantuan Arin karena Harlan tau cinta Arin tidak pernah luntur pada Hilmi.

Dibalik sikap Arin, Harlan yakin masih ada sedikit rasa cinta dan sayang untuk Hilmi maupun anak-anaknya. Maka dari itu dengan kesadaran penuh ia meminta Arin bergabung demi kebaikan Hilmi ataupun anak-anaknya.

"Ayah yakin tante Arin mau?" Tanya Lembayung sembari menyerahkan coklat panas yang baru saja dibuat pada Harlan yang tengah berdiri di balkon apartemen memandang gemerlapnya kota dari lantai 30.

"Terimakasih." Ucap Harlan menerima coklat panas buatan putranya lalu tersenyum hangat.

Harlan menyeruput sedikit coklat buatan Lembayung karena panas, uapnya pun masih terlihat mengepul keudara.

"Ayah, gimana tante Arin? Dia mau?" Tanya Lembayung lagi saat Harlan tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

"Ayah yakin dia pasti mau, naluri seorang ibu pasti ada. Tante Arin perempuan baik dan lemah lembut seperti ibumu. Keadaan yang merubah Arin seperti itu." Jawab Harlan begitu yakin kalo Arin pasti mau membantunya.

"Tapi ayah, tante Arin jauh banget gak kayak ibu, jangan samain mereka. Satya dulu sering cerita kalo tante Arin suka maksa dia buat belajar dan dapet nilai tinggi, ayah juga tau gimana sikap tante Arin sama anak-anak sebelum tante Arin pisah sama om Hilmi. Bayu pesimis, yah"

Lembayung memang tidak terlalu yakin kalo Arin mau bekerja sama dengan mereka, melihat bagaimana perempuan itu bersikap saja rasanya Lembayung tidak ingin disamakan dengan ibunya yang lemah lembut bahkan ibunya tidak pernah menaikkan nada suaranya senakal apapun anak-anak mereka.

Harlan hanya tersenyum, membiarkan apapun pendapat Lembayung tanpa ingin membenarkan atau menyalahkan.

Bicara tentang Arin, Harlan sudah tau kalo tiga keponakannya ada sebelum pernikahan. Awalnya ia sama sekali tidak percaya bahkan saat istrinya curiga waktu pernikahan adiknya dan Arin terkesan cepat.

Tapi beberapa waktu lalu saat ia pergi kerumah sakit. Harlan tidak sengaja mendengar tangisan Satya dilorong rumah sakit yang terus bergumam kalo dirinya hanya anak haram.

Sejak saat itu Harlan menyimpulkan kalo kecurigaan istrinya dahulu adalah kebenaran yang tidak mau Harlan percaya.

Tidak, Harlan tidak membenci bagaimana mereka lahir, Harlan juga tidak mungkin marah pada Hilmi ataupun Arin yang menghadirkan mereka sebelum waktunya toh semua itu sudah berlalu.

Harlan juga tau bagaimana usaha mereka bertanggung jawab, mencoba mempertahankan mereka dan menyambut kehadiran mereka dengan suka cita.

Tugasnya sekarang adalah membawa kembali Hilmi seperti dahulu, lelaki dengan penuh tanggung jawab, cinta dan sayang pada putra-putranya. Harlan tau Hilmi adalah lelaki baik jika tidak menikah dengan Mira dan dipengaruhi oleh Ariyani.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang