64

1.4K 165 127
                                        

Jayden berbaring termenung semalaman memandang langit-langit kamar rumah sakit.

Berulang kali ia menghela nafas panjang, Jayden masih memikirkan semua ucapan Satya tentang Riki, selain itu pikirannya juga penuh karena paman Harlan yang tiba-tiba pindah dan Sebastian yang memblokir nomornya.

Jayden tidak bodoh dan mulai menotis kalo Sebastian berusaha menghindar dari dirinya semenjak kematian Julian, Sebastian memang berubah sikap padanya.

Walaupun Sebastian ikut menjaga Riki saat itu dirumah sakit tapi Sebastian bersikap acuh ketika berpapasan dengannya dirumah, padahal dulu Sebastian orang yang hangat dan perhatian pada mereka khususnya pada Jayden.

Tidak tau apa yang terjadi tapi Jayden memiliki feeling buruk tentang paman dan sepupu-sepupunya.

Bukan hanya Sebastian, tapi Tanavish juga seperti menyindir dirinya disosial media, entah benar atau tidak tapi Jayden merasa demikian.

@edwardnavish_

'Karma akan selalu datang, sadar atau tidak tapi itu nyata. Bukankah sudah seharusnya jika orang jahat dimasa lalu, dimasa depan mereka akan membayar semua entah lewat siapa dan pada siapa karma pasti ada:))'

Salah satu caption yang Tanavish tulis dipostingannya membuat Jayden semakin overthinking dengan semua yang terjadi, lagian kenapa Tanavish menulis caption seperti itu jika tidak sedang menyindir Jayden atau keluarganya.

Tapi Jayden sendiri tidak tau apa kesalahan keluarganya pada paman Harlan, namun pemikirannya berkata kalo ini pasti berhubungan dengan masa lalu keluarga mereka.

Kepalanya langsung berdenyut sakit memikirkan semua, belum selesai tentang tante Mira, kondisi Riki, sekarang kenapa harus ada sesuatu yang pamannya sembunyikan sampai rela menghindar jauh dari mereka.

Kenapa semesta selalu mempermainkan Jayden?

Jayden ingin marah, tapi ia harus marah pada siapa, Jayden ingin mengeluh tapi siapa yang siap mendengar keluh kesah Jayden?

Bahkan paman Harlan yang begitu Jayden percaya setelah papa dan selalu menjadi tumpuan untuk menggantungkan hidup kini ikut berubah dan meninggalkan mereka tanpa kejelasan.

Sebenarnya apa yang sedang Tuhan cari dari mereka mama, papa dan sekarang paman Harlan.

Tempat mereka berpulang kini pergi satu persatu, ingatkan mereka jika Jayden dan saudaranya hanyalah anak-anak yang masih perlu bimbingan dan ketika salah mereka perlu diingatkan oleh orang tua mereka.

Bukan orang tua yang harus dibimbing dan diingatkan jika salah oleh anak-anak mereka.

Setetes air mata kembali jatuh beranak sungai dipipi Jayden, ia menangis dalam diam tidak ingin membangunkan saudaranya yang lain.

Jayden tidak tau berapa puluh ribu air mata yang terus keluar menangisi garis takdir hidupnya, keinginan untuk hidupnya kini kembali menurun drastis menjadi 15 persen.

"Lian maaf, tapi tolong bawa kaka pergi sekarang"

Batin Jayden berteriak lantang memanggil nama Julian, sekali lagi Jayden menyerah dengan kehidupan.

****

Hilmi sama sekali tidak tenang, raganya mungkin ada ditengah-tengah antara ibu, ayah, dan istrinya tapi setengah jiwa dan pikirannya terus memikirkan anak-anak disana.

Abigio tiba-tiba masuk rumah sakit setelah pulang kunjungan dari luar kota, lelaki itu sepertinya terlalu lelah hingga mengalami palpitasi jantung.

Memang tidak bahaya tapi itu cukup membuat Ariyani khawatir apalagi ini menyangkut tentang jantung, organ paling vital dalam tubuh manusia.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang