Harlan dan Abigio bersama dengan anak-anak Harlan baru saja tiba di bandara sembari menunggu jemputan yang akan menjemput mereka.
Mereka memang baru bisa datang karena pekerjaan kantor mereka yang baru selesai semalam, mereka berangkat dari rumah sekitar jam 3 dini hari.
"Yah, om Hilmi beneran nikah?" Tanya sibungsu Harlan Nadela sembari fokus memakan snack yang Sebastian sempat beli saat mereka baru saja tiba dibandara.
"Padahal waktu ditinggal istri lamanya, om Hilmi kayak orang mau mati" komen Lembayung mengingat momen masa lalu yang cukup membuat ayahnya bolak-balik Indonesia-Singapura hanya untuk menyadarkan omnya itu.
Karena 5 tahun lalu keluarga Harlan memang masih tinggal di Singapura, sebelum pindah ke Indonesia setelah Lembayung lulus sekolah menengah pertama.
Karena kalo tidak salah ingat saat itu Lembayung seusia dengan Jayden sepupunya sekarang.
"Ayah juga gak ada niatan mau nikah lagi?" Celetuk Nadelo yang langsung mendapat cubitan sayang dari Lembayung.
"Kalo ayah nikah lagi siap-siap aja sama Bayu gak diakui ayah" ucap Lembayung.
"Lagian cinta ayah udah abis di perempuan cantik yang rela pergi ke surga duluan ninggalin ayah buat ngelahirin pelintiran kayak kalian" jawab Harlan begitu santai seolah bukan lagi masalah membicarakan hal seperti itu.
Abigio juga hanya tersenyum memperhatikan interaksi putra dan cucu-cucunya yang sudah biasa baginya.
"Jemputan om Hilmi kok belum dateng ya?" Keluh Nadela.
"Itu bukan si mobil om Hilmi" tunjuk Sebastian bersamaan dua mobil putih dan hitam yang baru saja tiba dihadapan mereka.
Pak Budi keluar bersama dengan satu supir dari mobil lain yang Hilmi sewa untuk menjemput mereka.
"Dela sama Delo ikut kakek, Bayu juga" ucap Abigio lalu masuk kedalam mobil hitam yang dibawa pak Budi.
"Kebiasaan, Babas pasti bareng ayah" keluh Sebastian masuk kedalam mobil putih diikuti Harlan dibelakang.
Mereka semua memang akan langsung pergi ketempat acara karena sudah tidak memungkinkan jika harus mampir kerumah Hilmi.
***
Dengan perasaan gugup Hilmi terus mondar-mandir didalam ruangan yang memang diperuntukkan untuk keluarga atau calon pengantin menunggu acara.
Ditemani Ariyani yang terus memberikan kalimat penenang untuk putra satu-satunya.
Padahal ini bukan pertama kali Hilmi menikah, tapi ia masih tetap merasa gugup melepas 5 tahun kesendiriannya setelah ditinggal mantan istri.
"Sayang tenang, jangan gugup. Lagipula ini bukan pertama kali kamu nikah, kan? Jadi santai saja, ibu selalu ada disampingmu, nak" ucap Ariyani penuh dengan kelembutan.
"Ibu, apa ini pilihan yang tepat?" Tanya Hilmi entah kenapa perasaannya kembali mengingat pertanyaan Julian tadi pagi.
"Tentu saja, kamu berhak untuk bahagia dan memiliki pasangan hidup pengganti Arin, jangan jadi lelaki bodoh karena terus larut dalam masa lalu" jawab Ariyani.
Hilmi tersenyum lantas memeluk sang ibu mencari ketenangan dalam hangatnya dekapan Ariyani, cinta pertama Hilmi.
Acara berjalan dengan khidmat, Abigio datang bersama dengan ketiga cucunya sebelum acara dimulai.
Tangis haru dan tepuk tangan meriah menguar didalam gedung setelah Hilmi berhasil dengan lancar mengucapkan janji suci untuk Mira sah sebagai istrinya.
Mira masuk kedalam gedung, didampingi oleh kedua orangtuanya berjalan anggun diatas altar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Aktuelle LiteraturSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
