Jika didalam Riki merasa tenang dalam pelukan mama yang duduk bersandar disofa bersama Jake yang setia mengusap pelan punggung adik bungsunya.
Dan Jayden akhirnya tertidur setelah Hilmi membacakan dongeng favorit Jayden dulu jika anak itu sesekali meminta papa untuk membacakan sebuah dongeng hingga tertidur.
Maka berbeda dengan Sakala yang diam diluar melihat interaksi mereka dari celah pintu yang terbuka.
Sakala membeku melihat mama untuk pertama kali setelah sekian lama, saat Julian dinyatakan pergi untuk selamanya dirumah sakit hingga kepemakaman Sakala sama sekali tidak memperhatikan sekitar sampai Sakala tidak menyadari jika mama turut hadir disana.
Sakala ingin masuk tapi ia takut, takut mama akan memarahinya lagi seperti dulu.
Sakala juga sadar salah satu alasan dibalik kepergian Julian adalah dirinya, kalo mama tahu akan semurka apa mama nanti padanya.
Lihat, papa saja mengabaikan Sakala semenjak kepergian Julian, papa jadi cuek padanya, papa tidak pernah lagi mau menyapa Sakala, papa tidak mau memberinya pelukan jika ia sedang ketakutan.
Papa membencinya itu yang Sakala simpulkan, ia diam karena sadar kalo ia bicara papa mungkin akan ikut murka dan semakin menjauhi dirinya.
Sakala berusaha untuk bisa bangkit sendiri walau sejujurnya ia tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang kematian Julian.
Sakala mulai terbiasa menangis sendirian dikamar mandi jika dirasa pikirannya kembali mengingat Julian.
Sakala mungkin terlihat lebih baik dari sebelumnya karena Sakala akhirnya menemukan cara baru untuk mengalihkan perhatian yaitu dengan menyakiti dirinya sendiri.
Jika Sakala memakai baju lengan pendek bisa dipastikan akan banyak luka dari goresan silet ditangan yang mulai menjadi candu.
Makanya hampir setiap hari Sakala selalu memakai hoodie dan saudaranya tidak sadar karena terlalu sibuk dengan hal lain daripada memperhatikan cara berpakaian Sakala.
Sakala memundurkan langkah agak jauh dari ruangan lalu berjongkok disudut lorong rumah sakit, menutup telinganya yang terus berisik.
Tidak Sakala tidak pernah satu hari pun merasa bebas dari bayang-bayang kematian Julian, Sakala terus dihantui rasa bersalah.
Suara ditelinganya terkadang menyuruh dirinya berbuat nekat namun Sakala masih sadar untuk tidak melakukan itu semua. Sakala harus kuat tapi nyatanya ia kembali runtuh, dunia Sakala tidak pernah baik-baik saja sejak dulu.
Dunia Sakala hancur, dunia Sakala berantakan, orang yang selalu bisa menjadi sandarannya kini pergi, yang selalu memberi kekuatannya juga tengah berjuang lalu bagaimana Sakala harus mencoba bertahan sendirian?
'Kamu pembunuh'
'Mama pasti membencimu'
'Papamu juga muak karena kamu pembunuh, Sakala.'
'Kamu beban, kamu bikin susah saudaramu.'
'Lian mati karena kamu.'
'Harusnya kamu yang mati.'
'Mati!! Mati!!'
Sakala menarik rambutnya dengan kencang, memukul-mukul kepala mencoba melenyapkan suara yang terus bergema ditelinga.
Tapi suara itu semakin riuh membuat kepalanya sakit bukan main. Sakala menjatuhkan diri saat tubuhnya terasa lemas, bisikan dikepalanya terus berputar.
Membuat Sakala tidak bisa mengendalikan tubuhnya, pemandangan didepan nampak kabur, dadanya sesak, kepalanya juga sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Fiksi UmumSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
