46

1.3K 149 125
                                        

Di alam bawah sadarnya Riki terus berjalan menyusuri taman bunga yang penuh akan bunga bermekaran, bunga matahari yang begitu cantik menghiasi setiap langkah yang terus Riki telusuri.

Tidak ada kata lelah yang anak kecil itu rasakan, hanya berusaha menemukan seseorang yang mungkin bisa ia temui untuk ia ajak menyusuri taman bersama.

Kendati menemukan seseorang Riki seolah terjebak dijalan panjang yang tidak memiliki akhir, sesekali anak itu juga mendengar suara-suara yang menuntun dan mengajaknya pulang.

Namun, Riki tidak ingin mendengar, anak bebal itu hanya akan pulang saat seseorang yang selalu ia panggil papa memintanya untuk pulang.

Suatu waktu saat Riki mulai merasa lelah dan berhenti untuk terus berjalan, Riki memantapkan diri tetap diam disana setelah yakin papa tidak akan datang dan mengomel memintanya pulang.

Lagian papa tidak akan marah, kan?

Riki juga merasa senang disini, setidaknya ia merasa tenang dan aman berada ditaman yang begitu indah.

Walaupun begitu Riki merasa kesepian , ia memeluk lututnya saat rasa hampa mulai merayap, tidak ada siapapun yang bisa diajak mengobrol, Riki merasa ingin pulang tapi ia tidak tau kemana arahnya. Hingga bayangan seseorang muncul didepan mengulurkan tangan meminta Riki untuk ikut bersamanya.

Tangan yang selalu siap menangkap dan menuntun saat Riki mulai merasa lelah.

"Ayo ikut, kita jalan bersama"

Riki menuruti permintaan orang itu, menerima uluran tangan dan bangkit menyusuri taman bunga itu bersama.

Riki terus memperhatikan seseorang itu yang terus tersenyum cerah, wajah putih dan bersinar membuat Riki merasa tenang dan lelahnya seolah menguar begitu saja.

Setiap langkah yang Riki jalani kini terasa lebih ringan, seseorang itu seolah memberikan ketenangan untuk Riki.

Pada akhirnya Riki berjalan semakin jauh bersama seseorang itu menyusuri taman bunga matahari yang kian lama kian indah, Riki yakin seseorang itu akan mengajaknya ketempat yang lebih indah dan Riki pun menurut.

Satya yang terlelap nyaman dalam tidurnya, dibuat terkejut dengan langkah para tenaga medis yang begitu terburu-buru masuk kedalam ruangan Riki.

Satya langsung berdiri mendekat kearah pintu melihat dari jendela kecil yang berada disana, Satya melihat mereka memberikan pertolongan kejut jantung saat melihat monitor itu terus menunjukkan tanda lurus.

Satya membekap mulutnya, air mata berlomba-lomba untuk keluar, tubuhnya seketika gemetar hebat melihat sendiri bagaimana tubuh Riki beberapa kali tersentak akibat kejut jantung namun dengungan panjang dan garis lurus dari monitor sama sekali tidak berubah.

Tubuhnya meluruh dilantai, kakinya sudah tidak lagi sanggup menopang tubuh. Satya sendirian disana, tidak ada siapapun disampingnya, paman Harlan belum kembali setelah tadi mampir sebentar bersama Sakala dan Julian lalu kembali pergi entah kemana.

Tak lama dokter keluar, perawat yang melihat Satya terduduk lemas dilantai rumah sakit akhirnya membantu Satya untuk bangkit.

Dokter menghela nafas panjang, menunduk sebentar memantapkan hati untuk mengatakan hal berat pada keluarga pasien, lalu kembali mengangkat pandangan menatap Satya penuh sesal.

Satya tidak sanggup mengucapkan apapun, hanya bisa menunggu dokter untuk bicara dengan hati berdegup kencang seolah akan keluar dari tempat saat itu juga.

"Sebelumnya kami tim medis ingin mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya, pasien sempat mengalami drop hebat dan henti jantung. Kami selaku tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin, pasien atas nama Riki usia 5 tahun menghembus-

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang