Sejak pulang sekolah Julian dan Sakala memang memilih bersantai didepan televisi asik tertawa menonton tayangan kartun botak kembar yang kalo diperhatikan cocok seperti Jayden dan Satya walau mereka berdua tidak botak.
Awalnya Riki juga ikut bergabung dengan mereka, hanya saja saat Jayden dan Satya pulang sekolah Riki langsung menempel bersama mereka.
Mungkin sekarang Riki sedang tidur dikamar Jayden atau mungkin dikamar Satya.
Ditengah kedamaian Sakala dan Julian yang asik menonton sembari memakan snack, tante Mira tiba-tiba datang mendorong kepala Sakala dari belakang lalu merebut remot tv yang sejak tadi berada disamping Sakala mengubah channel tv yang sedang mereka tonton.
"Awas, sana pindah. Saya gak suka acara santai saya diganggu kalian berdua"
Mira menarik paksa tangan Sakala, namun anak itu tetap kekeh tidak mau beranjak dari kursinya sekarang.
"Tante apa-apaan si?! Dateng-dateng dorong kepala Kala terus rebut remot tv. Kita berdua lagi nonton, siniin remot tv-nya" Sakala tidak terima lantas menarik remot tv ditangan Mira yang langsung diangkat tinggi-tinggi sampai Sakala tidak bisa menggapainya.
"Tante siniin. Jangan ganggu Kala sama Lian, siniin tante" Sakala sedikit meloncat agar bisa sampai dan merebut remot ditangan Mira.
"Coba aja kalo bisa" Mira semakin meninggikan remot sampai Sakala berjingjit kesulitan.
"Tante Mira kenapa si?! Tante Mira punya masalah sama Lian atau bang Kala?!! Kenapa tante terus ganggu Lian sama saudara Lian? Tante udah dapet papa, kenapa tante harus ganggu kita juga?" Geram Julian.
"Gak ada, cuma tante gak suka keberadaan kalian yang cuma benalu dihidup Hilmi"
Sakala menghentikan usaha merebut remot tv ditangan Mira, anak itu kini beralih menatap tajam tante Mira, tidak suka dengan kalimat Mira yang seolah merendahkan mereka.
"Tante gak sadar? Tante yang cuma benalu dihidup papa. Kala sama saudara Kala semua anak papa, kami bukan benalu. Kami ada sebelum tante hadir dikehidupan papa. Tante yakin anak dikandungan tante anak papa Hilmi? Kalo iya, berarti dia juga benalu, kan nanti dia jadi anak papa"
Plakk
Satu tamparan mendarat tepat dipipi Sakala, tamparan itu cukup keras sampai sudut bibir Sakala mengeluarkan darah.
Julian langsung berteriak mencegah tante Mira yang kembali memukul kepala Sakala karena emosi mendengar penuturan Sakala tentang calon bayinya.
"Jaga bicaramu Sakala!!" Geram Mira menarik rambut Sakala dengan kuat, Julian berusaha menolong sang abang, namun keduanya benar-benar sulit dipisahkan.
Sakala tersenyum miring,"Kenapa? Tante sakit hati sama perkataan Kala?! Kalo gitu Kala lebih sakit hati. Tante cuma perempuan murahan yang ma-
Tante Mira mendorong kasar Sakala hingga anak itu terjatuh kebelakang dan kepala belakangnya terhantuk oleh pinggiran meja, emosinya benar-benar memuncak, Sakala kini terlihat seperti ancaman dikehidupan Mira dan Hilmi.
Sakala meringis kesakitan memegangi kepala belakangnya yang terasa berdenyut, Julian tentu tidak terima saudaranya diperlakukan kasar, ia langsung mencengkram tangan tante Mira lalu menggigitnya dengan kuat sampai tante Mira berteriak kesakitan berusaha melepaskan gigitan Julian.
Keributan itu terdengar sampai kekamar Jayden yang langsung buru-buru keluar kamar dan mendapati Julian yang tengah mengigit tante Mira dan Sakala yang masih terduduk memegangi kepalanya.
Jayden berlari mencoba memisahkan keduanya menarik Julian agar berhenti melakukan tindakan agresif.
"Lian cukup, kasian tante Mira. Lepasin ya" Bujuk Jayden namun dengan tegas Julian menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Aktuelle LiteraturSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
