Setelah malam itu, Hilmi benar-benar sibuk menyiapkan pernikahannya dengan Mira, terlebih pernikahan Hilmi dipercepat menjadi seminggu dari malam keluarga mereka bertemu.
Harlan yang memang memiliki tanggung jawab lain harus pulang, sekalian menjemput anak-anak untuk nanti hadir diacara pernikahan Hilmi.
Harlan dan Sebastian pulang bersama Abigio karena masih harus menyelesaikan pekerjaan kantor yang tidak bisa ditunda, hanya Ariyani yang tetap tinggal dirumah Hilmi sampai acara pernikahan tiba.
Apalagi Ariyani sangat mendukung pernikahan Hilmi dengan Mira, Ariyani meminta pernikahan putranya lebih dipercepat satu minggu.
Ariyani juga yang menggantikan tugas Hilmi mengawasi anak-anak selama putranya sibuk menyiapkan pernikahan.
Hal itu tak luput dari Jayden yang ikut dipersulit oleh Ariyani dengan segala macam hal tanpa sepengetahuan Hilmi juga saudaranya yang lain.
Seperti menyuruhnya membersihkan rumah disaat semua saudaranya pergi kesekolah padahal untuk jalan saja Jayden kesulitan, atau menyuruh Jayden membuat cemilan untuknya malam-malam yang berakhir ditempat sampah, menyuruh pergi membeli barang untuk membuat kue dan memukulnya saat Jayden lupa membeli pesanan Ariyani.
Saking tidak tahannya dengan kelakuan sang nenek yang seperti Arin kedua namun dengan versi lebih ganas, Jayden sampai menangis diam-diam didapur sembari menyiapkan makan malam saat semua saudaranya pergi ke supermarket bersama Ariyani tentunya.
Ariyani selalu merendahkan Jayden, mengatakan kalo Jayden hanya anak diluar nikah sekaligus beban ditengah keluarganya, Ariyani mengomentari semua hal yang Jayden lakukan seperti sedang memasak atau saat menjaga adik-adiknya.
"Kamu cuma anak diluar nikah dan penyakitan jadi berhenti buat susah orang lain!!!"
"Anak bodoh jangan mimpi buat nyamain cucu kesayangan saya"
Semua yang dilakukan Jayden dimata neneknya selalu salah tidak pernah benar, kata-kata pedas dan menghina selalu terlontar setiap kali mereka bersama.
"Kamu bisa masak ternyata? Saya kira anak penyakitan cuma bisa buat beban"
"Seenak apa si masakan kamu? Pasti gak lebih dari sampah"
"Untung cucu-cucu kesayangan saya gak keracunan makan masakan kamu yang asin bikin saya mau muntah, kalo gak asin pasti hambar kayak hidupnya"
Ariyani juga yang dulu memberi tahu Jayden bagaimana dirinya hadir saat ia berada dikelas 1 sekolah dasar, terlalu kecil untuk menerima fakta yang mau tidak mau diresap oleh pemikiran anak kecilnya hingga menumbuhkan rasa bersalah dan menjadikannya beban sebagai alasan terbesar hancurnya keluarga Hilmi dibenak Jayden.
Tekanan dari berbagai sisi membuat Jayden tidak pernah bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan, Arin atau Ariyani dulu selalu mencibir setiap kali ia mengungkapkan perasaannya.
Sejak kecil Jayden dipaksa menerima apa yang mereka berikan tanpa boleh mengeluh.
Jika Arin menekan Jayden untuk bisa menjadi putra sulung dan panutan adik-adik, maka Ariyani menekan Jayden untuk menerima apapun karena dia hanya anak penyakitan yang harus sadar diri.
Selama beberapa hari terakhir Hilmi sibuk menyiapkan pernikahan, kembali melupakan janji yang harusnya menemani Jayden pergi check up kerumah sakit.
Jayden kembali sendiri mengantar Riki berobat, ia sengaja tidak pergi check up karena Jayden tidak siap mendengar semua kemungkinan yang akan dokter Anton ucapkan.
Obat yang selama ini ia konsumsi juga tidak memberikan efek besar untuk meredakan sakitnya. Jayden sadar semakin hari kondisinya kian melemah dan memprihatinkan,
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Ficción GeneralSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
