Tidak ada lagi suara ocehan Julian, tidak ada lagi anak sedewasa Julian yang selalu berusaha mengerti keadaan rumah.
Rumah terasa begitu sepi dan suram, Jayden lebih banyak menangis dikamar Julian sambil memegang foto kecil Julian, tidak ada yang bisa menghentikan Jayden, bahkan Harlan sekalipun.
Satya dan Jake mereka juga masih berduka atas kepergian Julian, tapi mereka dipaksa untuk kuat dan kembali kerumah sakit sebab kondisi Riki yang memang belum benar-benar pulih.
Sakala mengurung diri dikamar, ia baru menangis hebat setelah pulang dari pusara Julian, Sakala juga tidak berhenti menangis dan terus menyalahkan diri sendiri kalo Julian pergi karena dirinya.
Harlan sampai dibuat khawatir dengan kondisi Sakala yang benar-benar mengkhawatirkan, saat melihat seseorang memakai baju putih Sakala langsung berteriak histeris karena mengingat bagaimana darah yang mengotori baju putih miliknya dan wajah kesakitan Julian, Sakala masih mengingatnya dengan jelas.
Sakala juga tidak bisa berdiam lama diruang keluarga, karena disana kejadian dimana Julian mengerang kesakitan, bahkan melihat iPad dan ponsel miliknya Sakala melemparkan itu semua, karena lagi-lagi itu berhubungan dengan Julian.
Hilmi juga sama terpuruknya, ia bahkan tidak bisa melihat keadaan anak-anaknya sekarang, Hilmi memilih mengurung diri diruang kerja, membaca pesan terakhir Julian lalu kembali menangis sampai lupa makan dan minun karena larut dalam rasa duka kepergian Julian.
Tiga hari berlalu setelah mereka kehilangan Julian, berita tentang kematian putra keempat Hilmi langsung menyebar begitu cepat.
Tapi pihak keluarga masih menutupi penyebab kematian Julian dan Harlan masih mencoba mencari dalang dibalik seseorang yang mengantar makanan beracun pada mereka dibantu Abigio tentunya.
Harlan juga bolak-balik rumah-rumah sakit untuk memastikan anak-anak dari adiknya tetap terurus, sekali lagi Harlan seperti kembali kemasa lalu dimana dirinya harus menjadi orang tua pengganti karena Hilmi selalu sibuk dengan hatinya sendiri.
Harlan bahkan mendiami Hilmi sampai sekarang, karena terlanjur kecewa dengan semua sikap Hilmi. Harlan terlalu lelah mengingatkan sang adik yang seolah tidak pernah sadar.
Dirumah sakit Sebastian juga ikut menjaga Riki, menemani kedua sepupunya yang masih tidak percaya dengan semua yang terjadi.
Harlan baru saja tiba kerumah Hilmi setelah kembali dari rumah sakit, saat masuk ia melihat Sakala sedang menangis diruang keluarga menarik rambutnya sendiri dan terus meracau tidak jelas.
Harlan langsung berlari menghampiri Sakala, yang terlihat sangat berantakan dibanding saat Harlan meninggalkannya tadi pagi. Karena terlalu banyak menangis mata Sakala terlihat sangat bengkak dan memerah.
"Lian.. Lian sakit.. hiks Lian disini...salah Kala.. Lian gak boleh..aaa" Sakala berteriak, berjalan tak tentu arah, tatapan matanya kosong, beberapa kali Sakala terjatuh karena keseimbangan tubuhnya yang tidak seimbang.
Hati Harlan begitu sakit melihat Sakala yang seperti itu, efek kehilangan Julian ternyata mengganggu mental Sakala.
Apalagi Sakala adalah saksi utama dari kejadian, Harlan sampe tidak bisa meminta keterangan karena Sakala akan bereaksi lebih histeris jika seseorang bertanya bagaimana kejadian itu.
Harlan dengan sigap berjongkok membantu Sakala yang terjatuh tepat didepannya, anak itu menatap Harlan dengan tatapan kosong.
"Paman.. Lian hiks Lian.. dia...
Harlan menarik sang keponakan kedalam dekapannya, diam-diam Harlan menangis hatinya sakit melihat Sakala yang selalu ceria bersama Julian, kini terus murung seolah jiwanya ikut pergi bersama sang adik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Ficción GeneralSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
