98

1.6K 132 37
                                        

Seperti yang dikatakan Sebastian kemarin pada Lembayung, setelah berdebat panjang dengan kedua adik kembarnya membujuk mereka supaya kembali ke Inggris.

Sore ini Sebastian langsung mengantarkan kedua adiknya ke bandara ditemani Tanavish, tentunya setelah mendapatkan izin dari Harlan. Sebastian beralasan kalo mereka tidak bisa lebih lama di Indonesia karena mereka harus tetap sekolah.

Tidak banyak bicara Sebastian melirik kedua adiknya yang malah cemberut tak suka terutama Nadela.

"Gak usah cemberut gitu, jelek tau ga." Celetuk Sebastian.

"Ya abisnya, Dela masih mau disini nemenin Jake sama Kala. Abang kok malah nyuruh kita pulang, rumah kita tuh aslinya di Indonesia bukan di Inggris." Sewot Nadela, tangannya bersidekap depan dada merajuk kepada yang lebih tua.

"Dela mau bolos terus? Nanti gak naik kelas, mampus." Timpal Sebastian membuat Nadela semakin mencebikkan bibirnya kesal.

"Udah, udah kenapa berantem terus si. Nanti juga bang babas nyusul kalian, lusa kaka balik ke Amerika." Ujar Tanavish menengahi keduanya.

"Kalian jangan nakal-nakal disana, nurut sama pengasuh kalian." Nasehat Sebastian mengusak rambut Nadela dan Nadelo bergantian.

"Iya. Abang juga kabarin kalo ada apa-apa disini tentang Kala sama Jake." Kata Nadelo.

Sebastian mengangguk, "Jaga diri kalian baik-baik."

Tepat setelah mengatakan itu, Sebastian memberikan tiket serta paspor milik keduanya. Mengantarkan mereka sampai loket pengecekan.

Kedua adiknya sempat melambaikan tangan ke arah Sebastian dan Tanavish sebelum akhirnya menghilang di balik pintu menuju ruang tunggu keberangkatan.

Sebastian dan Tanavish sejenak berdiri diam. Ada rasa khawatir masuk menyeruak ke dalam dada, membiarkan kedua adik kembarnya harus kembali tanpa ditemani salah satu dari mereka.

Sebastian sejenak menutup mata, berdoa dalam hati semoga kedua adiknya sampai ke Inggris dengan selamat.

Terlalu berbahaya jika kedua adiknya harus tetap di Indonesia. Masih banyak rahasia yang belum waktunya mereka tahu.

"Ayo bang kita pergi. Tenang aja mereka udah besar, mereka bisa jaga diri baik-baik."Tenang Tanavish dan Sebastian hanya mengangguk menatap kearah ruang tunggu keberangkatan sebelum memilih beranjak pergi dari sana.

Selama perjalanan pulang dari bandara baik Tanavish maupun Sebastian tidak ada yang bersuara.

Sebastian sibuk menyetir, sedangkan Tanavish sibuk memainkan ponsel miliknya.

Hampir 20 menit, keduanya sampai di sebuah cafe. Sebastian sedikit mengerutkan alis bingung,"Navish yakin ini tempatnya?" Tanya Sebastian.

Dari tempat mereka sekarang, cafe ini sungguh ramai. Sebastian sampai ragu harus turun atau tidak.

"Iya bang. Orang bang Riko sendiri yang ngajak ketemunya disini. Ini kan deket sama kantornya." Balas Tanavish menunjukkan bukti chatnya dengan teman sang abang.

"Lagian kenapa bukan abang aja si yang coba DM atau chat gitu, malah suruh Navish. Ayo turun." Gerutu Tanavish sembari membuka sabuk pengaman lalu keluar mobil meninggalkan Sebastian yang malah berdecak kesal.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang