Mira yang sejak tadi duduk disofa mengeluh kelelahan setelah pulang dari kebun binatang, padahal rencana Hilmi ingin mengajak mereka ke beberapa tempat lagi tapi Mira mengeluh kakinya pegal ingin istirahat.
Perempuan itu menyelonjorkan kakinya diatas sofa melirik kesana kemari ketika tidak mendapati siapapun, Hilmi sedang pergi ke minimarket membeli beberapa bahan masakan juga pesanan Mira ditemani oleh Sakala dan Julian.
Berhubung villa sedang sepi, Mira memilih bangkit berjalan kehalaman belakang. Matanya tak sengaja melihat anak bungsu suaminya tengah duduk dipinggiran kolam, memasukkan kaki kedalam air, sembari sibuk menikmati roti coklat yang diberikan Jayden.
Mira tersenyum jahat, sebuah peluang untuk mencoba menyingkirkan parasit ditengah keluarganya, ia yakin Hilmi akan berterima kasih padanya karena telah menghilangkan satu beban dihidup sang suami.
Perlahan tapi pasti Mira mendekat kebelakang Riki, sedikit berjongkok lalu tanpa banyak beban perempuan itu mendorong Riki menggunakan kakinya masuk kedalam kolam yang cukup dalam untuk seukuran anak berusia 5 tahun.
Riki yang tidak siap langsung masuk kedalam kolam, tangannya berusaha menggapai permukaan namun hal itu sia-sia, menatap tante Mira seolah meminta bantuan tetapi perempuan itu malah tertawa puas, perlahan tapi pasti air mulai masuk kedalam mulut Riki membuat ia kesulitan untuk bernafas.
Mira sama sekali tidak peduli, perempuan itu memilih masuk kedalam rumah seolah semua bukan masalah, lalu kembali duduk disofa memainkan ponsel pintar miliknya.
Riki masih berusaha menggapai permukaan saat air mulai masuk memenuhi rongga dadanya, semakin lama ia mulai merasa pasrah ketika air terus menerobos masuk menghimpit dadanya yang kian sesak.
Tenaganya mulai melemah untuk sekedar berusaha naik keatas permukaan, Riki tidak bisa berenang jadi saat terjatuh ia sama sekali tidak bisa melakukan apapun.
Kesadarannya mulai menipis, ia bisa merasakan tubuhnya mulai tenggelam kedasar kolam, berbagai kenangan seketika muncul sejak ia mulai bisa mengingat, berputar bagai alur film.
Riki tidak mengerti apakah ini momen yang tepat untuk pergi selamanya dari dunia? Riki tidak berharap apapun, Riki juga pasrah jika semesta memang ingin mengajaknya untuk pergi.
Setidaknya keluarganya akan lebih ringan setelah kehilangan satu beban, Riki bersyukur lewat tante Mira ia pergi bukan karena sakit.
"Kak Jay, adek duyuan ya. Adek unggu kaka di aman buna indah, adek cayang kalian cemua"
Riki memejamkan matanya membiarkan urusan dunianya menguar bersamaan dengan dirinya yang tinggal nama.
Disisi lain Jake dan Satya baru saja sampai setelah berkeliling sebentar disekitaran villa mencari suasana yang menenangkan dan membeli jajanan yang mereka temui selama berkeliling.
Satya memilih kekamar beristirahat setelah seharian kakinya terus dibawa berjalan, sedangkan Jake memilih untuk ke halaman belakang sekedar melihat-lihat suasana villa yang mungkin tidak berubah.
Baru sampai dihalaman belakang ia melirik kearah kolam ketika netranya tak sengaja melihat sisa roti setengah yang mengambang diatas kolam, langkahnya ia bawa semakin dekat hingga jantungnya berpacu lebih cepat setelah menyadari sesuatu didasar kolam.
"ADEKKK!!!"
Tanpa banyak bicara Jake langsung meloncat kedalam kolam, meraih tubuh adiknya yang mulai melemah, ia bawa kedalam pelukannya dan berenang kepermukaan.
Jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya saat ia melihat bibir Riki yang mulai membiru, nafasnya hampir tak terasa.
Jayden yang baru kembali dari kamar mandi langsung berlari saat melihat kedua adiknya yang basah dan Riki yang terbaring lemah ditanah, Jake terus mencoba memberi bantuan CPR agar adiknya kembali bernafas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Genel KurguSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
