66

1.5K 163 168
                                        

Malam itu terlewat dengan suasana mencekam. Kondisi Jayden benar-benar menurun drastis, saat dibawa kerumah sakit dokter hampir kehilangan detak jantung Jayden, tapi beruntung semesta masih memberi kesempatan untuk dokter menyelamatkan Jayden.

Dokter mengatakan kondisi Jayden menurun dan belum bisa menentukan kapan Jayden akan tersadar.

Seketika dunia Jake runtuh, remaja itu meluruh saat mendapat kabar seperti itu padahal seminggu lalu Jayden baru saja keluar dari rumah sakit, bahkan tadi sore Jayden masih menawarkan dan membuatkan Jake semangkuk bubur.

Sakala terdiam dikursi menunduk menatap kosong tangannya yang gemetar hebat, sekali lagi Sakala dihadapkan dengan bayang-bayang kematian.

Satya juga ikut terdiam menjatuhkan diri kekursi samping Sakala sembari menggendong Riki yang tertidur setelah tadi kelelahan menaiki tangga.

Tidak jauh darisana Hilmi juga ikut terdiam, pemikirannya tiba-tiba kosong. Mira disamping hanya bisa mengelus punggung sang suami mencoba menguatkan bahwa semua akan baik-baik saja.

Padahal dalam hati Mira tak sabar ingin mendapat kabar buruk tentang Jayden, rasanya Mira seperti menunggu kemenangan yang kini didepan mata.

"Mas, kamu tenang. Jay pasti baik-baik aja dia gak mungkin ninggalin kamu sama adik-adiknya." Ucap Mira menarik Hilmi untuk memeluk dirinya.

Setidaknya Mira harus berperan sebagai istri yang baik didepan Hilmi, kan?

Hilmi tidak menangis, air matanya sulit untuk keluar padahal ia yakin kalau hatinya takut kehilangan untuk kedua kalinya.

Sedikit takut kalo ucapan Harlan tadi siang akan menjadi kenyataan, maka dari itu Hilmi sebisa mungkin menepis semua hal buruk.

Hilmi harus yakin Jayden akan bertahan, bukankah dokter bilang Jayden sudah mendapat donor?

Hanya menunggu ulang tahun dan kondisi Jayden stabil, putra sulungnya bisa sehat seperti anak lain.

**

Pagi harinya, Hilmi izin pulang mengantar Mira kerumah karena sejak semalam Mira ikut berjaga dirumah sakit.

Jayden belum dipindahkan masih diruang khusus karena kondisinya yang belum stabil.

Hilmi juga mengajak Riki dan Sakala pulang karena Jake Satya tidak mungkin menjaga keduanya.

Hilmi hanya kasihan pada putra keduanya yang seolah menanggung semua beban, seolah lupa kalo dulu Jayden juga harus menanggung semua dan masalah sendirian begitupun Satya yang ikut andil berjuang didalamnya.

Jake awalnya menentang, ia sama sekali tidak mau Riki ataupun Sakala kenapa-kenapa selama dirumah.

Tapi bukan hal baik juga kalo Riki terus bersama mereka dirumah sakit, khawatir kondisi Riki malah ikut memburuk.

Jadi solusinya Jake menyuruh Satya ikut pulang untuk menjaga keduanya, biar Jake yang menjaga Jayden dirumah sakit. Sebab Jake tidak mempercayai adiknya dijaga oleh orang lain sekalipun itu papa.

Selama perjalanan kembali kerumah baik Satya dan kedua adiknya tidak ada yang bersuara, hubungan Satya dengan papa masih buruk setelah kejadian kemarin.

Dan papa tidak berniat meminta maaf atau sekedar bertanya lebih rinci alasan mereka tidak pergi sekolah sampai mendapat sp.

Sesampai di rumah Hilmi asal masuk saja bersama Mira, Hilmi akan pergi mandi dan bersiap mengunjungi kantor sebentar, sebelum makan siang Hilmi sudah bertekad untuk ikut menjaga Jayden dirumah sakit.

Satya menuntun kedua adiknya masuk kedalam rumah. Riki yang memang sejak tadi diam akhirnya menahan tangan Satya untuk menghentikan langkah mereka.

"Kak Catya, ndong" Riki mengulurkan tangan meminta Satya untuk kembali menggendongnya.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang