Sejak hari dimana Riko mampir ke rumah Jake, ada beberapa hal yang menjadi acuan Riko dalam mencari kebenaran untuk mengungkap kematian Julian.
Ia juga meminta Jake untuk mulai mencari bukti lain yang bisa memperkuat kebenaran dari apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa hari lalu, Riko juga sempat kembali mampir ke rumah dengan alasan ia ingin mengecek cctv yang terpasang di rumah Jake.
Di keterangan yang ada, di saat kejadian cctv rumah yang langsung menghadap tepat ke arah gerbang tengah rusak. Polisi hanya mengambil rekaman cctv dari sudut lain yang tidak terlalu jelas dan hanya itu satu-satunya bukti yang tercantum dalam catatan kasus Julian.
Sementara itu, bukti yang Sebastian berikan hanya berupa catatan medis serta rekaman cctv dari sudut yang tak jauh berbeda dari yang ada di catatan.
Riko sampai kesal saat tahu hanya itu satu-satunya bukti yang di dapat Sebastian. Dan sialnya Riko malah setuju menangani kasus hanya karena Sebastian mengaku memiliki bukti selain catatan kepolisian.
"...."
"Yakk!! Lo pikir semudah itu cari bukti. Lagian bukti yang lo kasih semua udah ada di catatan. Ngapain lo kasih ke gue bangke!!" Maki Riko pada Sebastian di telepon.
"...."
"Sabar, njing. Gue lagi usaha. Jangan banyak mau. Harusnya lo bantu, bukannya malah kabur. Alasan urusan kantor, padahal bilang aja kalo lo gak mau terlibat."
Tepat setelah mengatakan semua itu, Riko langsung mematikan sambungan teleponnya bersama Sebastian tanpa memberi kesempatan pada sang empu untuk membalas dan memilih kembali meninjau berkas, membaca setiap detail catatan agar tidak ada satupun bagian yang terlewat.
"Lo yakin orang terdekat mereka yang jadi dalang buat semuanya?" Celetuk salah satu temannya yang juga ikut membantu Riko dalam memecahkan kasus.
"Masih dugaan. Tapi gue yakin orang terdekat mereka yang jadi dalang utama. Kalo menurut lo siapa?" Balas Riko sembari melempar pertanyaan yang sama pada rekannya.
"Anjir, ini bukan tebak-tebakan. Ya mana gue tau." Jawab temannya tidak ingin menduga sebelum tau jelas dari bukti yang terkumpul.
"Asal deh asal. Sebagai netizen jangan sebagai detektif."
"Ih bangke. Tapi sebagai netizen gue curiga ibu tirinya?" Tebak rekannya dengan asal.
Apalagi setelah tahu, mereka memiliki ibu tiri rasanya mungkin saja seperti di film-film yang ibu tirinya jahat dan ingin menguasai seluruh harta suami hingga tega melenyapkan anak-anak demi harta jatuh ke tangan sang ibu tiri.
Mendengar jawaban asal temannya membuat Riko hanya tersenyum penuh arti. Namun, setelahnya ia tidak merespon apapun dan kembali fokus meninjau berkas di hadapannya.
"Siapapun orang itu. Dia adalah iblis yang sesungguhnya."
***
Jake duduk termenung dengan layar komputer miliknya yang dibiarkan menyala begitu saja.
Beberapa waktu lalu, saat Riko datang dan izin untuk menelusuri rumahnya. Pemuda itu mengatakan ingin mengecek cctv di rumah dan Jake mengizinkan begitu saja lagipula rekaman cctv pada hari itu sudah diberikan pada polisi.
Namun, yang terjadi justru membuat Jake terkejut. Ia tidak tau kalo selama ini cctv rumahnya ternyata memakai sandi keamanan.
Tanpa akses dari pemilik rumah, Riko tidak bisa membuka atau membuat salinan apalagi membobol cctv jika tidak ada surat perintah.
Riko juga diminta Sebastian untuk menyelidiki kasus Julian dengan rapi tanpa perlu memberi celah pada orang lain jika kasus Julian kembali dibuka.
Jadi sebab itu, Riko menugaskan Jake untuk membuka dan melihat apakah ada video dari sudut lain yang bisa menambah bukti kuat pembunuhan Julian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
General FictionSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
