Semenjak masalah yang terjadi selama di villa hari itu, hubungan Hilmi dan anak-anak semakin jauh, Jake kembali menjadi Jake yang cuek sama sekali tidak ingin mengubah semua menjadi lebih baik.
Hilmi juga tidak banyak berubah malah menjadi orang yang tempramental dan kerap bermain tangan jika melihat anak-anak salah sedikit saja.
Jayden masih bersikap baik-baik saja didepan Riki dan yang lain, tapi saat sendiri remaja itu lebih banyak diam dan melamun.
Liburan hampir usai, malam tahun baru yang seharusnya dilewati dengan kebersamaan harus pupus sebab Hilmi memilih pergi kerumah orangtua Mira dan merayakan tahun baru disana, meninggalkan anak-anak dirumah dan hanya menitip pesan pada Satya untuk tetap diam rumah.
Tapi namanya anak remaja, Satya memilih keluar bersama Nino, Eric, juga Deris merayakan tahun baru dengan barbequean dirumah Nino. Sedangkan Jake memilih menginap diapartemen Chandra.
Jadi bisa dibayangkan Jayden harus berurusan dengan adik-adik dan rumah seharian penuh.
Jayden tidak punya teman seperti kedua saudaranya yang mengajak bermain dimalam tahun baru.
Jayden hanya memiliki Denis yang kebetulan sedang pergi ikut ayahnya ke rumah nenek, dan Deris memilih merayakan tahun baru dengan teman basketnya termasuk Satya.
Awalnya Satya dan Deris mengajak Jayden untuk ikut, namun Jayden tahu diri, siapa dia? Anggota basket bukan, dia juga tidak dekat dengan dua teman Satya yang lain. Dan lagi siapa yang akan menjaga adik-adiknya kalo Jayden ikut pergi.
Jadi demi memberikan kebahagiaan kecil untuk menyambut tahun baru, sore harinya Jayden sibuk berkutat didapur membuat kue untuk ketiga adiknya.
Sakala dan Julian juga ikut membantu didapur, dan Riki hanya duduk memperhatikan ketiganya sibuk membuat kue, lebih tepatnya Sakala dan Julian yang saling lempar tepung.
"Kaka coba liat sini" Sakala langsung mengoleskan tepung ke pipi Jayden saat kakanya menoleh kearahnya, diikuti Julian mengoleskan tepung kehidung sang kaka.
Keduanya tertawa bahagia berhasil mengerjai kakanya yang wajahnya kini dipenuhi oleh tepung.
"Kaka lucu, kayak bayi pake bedak" gemas Sakala mencubit pelan pipi Jayden, Sakala sampai harus berjinjit supaya bisa menyamai tinggi sang kaka.
"Kak Jay tuh cocoknya jadi adiknya Lian daripada kakanya Lian. Ayo dikehidupan selanjutnya kak Jay jadi adiknya Lian aja, nanti Lian bakal jadi pelindung sekaligus super hero buat kak Jay" ucap Julian penuh keyakinan.
Jayden ikut tertawa mendengar ocehan mereka,"Tanpa harus nunggu kehidupan selanjutnya, Lian sama Kala udah jadi pelindung sekaligus super Hero buat kaka, makasih selalu ada dan nemenin kaka disaat susah, ka-
"Syut!! No..no hari ini gak boleh ada melow melow club. Ayo happy, Kak Jay happy new year" ucap Sakala merentangkan tangan meminta Jayden untuk masuk kedalam pelukannya.
Jayden lantas berjongkok menyetarakan tingginya dengan Sakala lalu memeluknya diikuti Julian yang ikut bergabung dalam pelukan mereka. Riki yang sedari tadi hanya memperhatikan akhirnya ikut memberanikan diri bergabung dengan mereka.
Tidak peduli baju dan dapur yang penuh dengan tepung, keempatnya saling berpelukan menyalurkan rasa sayang dan kehangatan satu sama lain.
Biarkan sejenak kebahagiaan mereka terus terpatri menyambut tahun baru dengan harapan tahun selanjutnya akan jadi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Walau malam tahun baru kali ini banyak sekali yang berubah, keempatnya tetap merasa bahagia. Memakan kue, Bermain kembang api bersama cukup membuat segaris senyum merekah dibibir keempatnya yang telah lama hilang kini kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
Fiksi UmumSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
