Tidak ada yang berubah sekalipun Julian mengorbankan hatinya untuk berani jujur, Hilmi tidak mengambil serius ucapan Julian.
Hubungan Julian dan papa juga sedikit merenggang namun tidak ada yang menyadari akan hal itu, sebab Julian terlalu pandai menutupinya.
Anak kecil itu selalu terlihat baik-baik saja dengan papa didepan semua orang. Walaupun Julian sendiri merasa ada jarak yang sengaja papa rentangkan dengannya.
Julian bahkan berhasil membohongi Jayden saat menanyakan kenapa pipinya lebam, ia beralasan terlalu kencang memukul nyamuk yang hinggap dipipi dan Jayden percaya sebab Julian tidak pernah berbohong.
Hari-hari mereka sekilas berlalu dengan baik seolah tanpa hambatan, dua hari lalu Ariyani juga kembali kerumahnya untuk menemani Abigio perjalanan bisnis ke Inggris.
Hilmi juga tidak banyak berubah ia mungkin mulai memperhatikan anak-anak tapi tetap saja prioritas utamanya sekarang adalah mengurus istrinya yang sedang hamil, berita perihal kehamilan Mira hanya Sakala dan Riki yang belum mengetahuinya.
Julian sendiri sudah tahu sejak hari dimana papa berbicara dengan Jayden saat dirumah sakit, saat itu Julian terbangun setelah papa menidurkannya dikasur ruangan sebelah dan tak sengaja mendengar ucapan papa.
Apalagi hari sebelumnya Julian yang baru kembali dari kantin rumah sakit melihat Mira masuk keruangan yang Julian ketahui dokter kandungan terhitung dua hari sebelum pernikahannya dengan Hilmi.
Bicara tentang calon adiknya, Julian sudah tahu kalo ketiga kakanya juga ada sebelum pernikahan, jadi Julian bisa menduga kalo Hilmi kembali melakukan kesalahan yang sama dan Julian tidak ingin menghujat siapapun. Ia juga tidak peduli bagaimana ketiga kakanya hadir kedunia.
Julian adalah anak kecil yang lumayan pintar menerima dan menghadapi masalah yang terjadi dikeluarganya.
Jake sendiri setelah berbaikkan menjadi lebih perhatian pada Jayden ataupun yang lain, Jake juga berusaha mengambil kembali hati Riki yang masih takut saat melihatnya.
Jake masih tidak peduli dengan eksistensi Mira dirumah, Jake masih memegang prinsip tidak menerima orang lain menjadi mamanya, ia juga tidak akan sudi menerima calon adik dari tante Mira.
Sedangkan Satya walaupun tahu, ia sama sekali tidak ingin membahas apapun, hatinya masih perlu ditata untuk semua hal yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Jayden juga memilih untuk tidak pernah membahas perihal kehamilan tante Mira dengan Hilmi, walaupun terkadang Hilmi sendiri yang membuka percakapan dan membicarakan santai perihal calon anaknya bersama Jayden, seolah itu bukan masalah.
Hari-hari berlalu hingga tak terasa waktu sudah berada di penghujung tahun. Hilmi berencana membawa anak-anak berlibur ke villa keluarga merayakan tahun baru juga menghabiskan waktu liburan anak-anak sebelum kembali ke sekolah.
Pagi ini Hilmi sangat sibuk berada didapur menyiapkan sarapan sederhana sebelum mereka berangkat menuju villa. Mira sudah duduk santai dimeja makan memperhatikan bahu lebar sang suami yang cekatan membuat sarapan untuk mereka.
Hilmi melarang istrinya untuk ikut membantu, khawatir Mira akan kelelahan mengingat kandungannya yang hampir menginjak dua bulan, apalagi setelah ini mereka akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh.
"Mas kalo lagi masak, gantengnya nambah ya" puji Mira membuat Hilmi sedikit tersipu malu ditengah acara menuangkan hasil masakanya kedalam wadah.
"Kamu juga makin cantik setiap harinya, sayang." puji Hilmi sembari membawa hasil masakannya kemeja makan, tak lupa Hilmi juga menyempatkan diri mencium pipi istrinya yang semakin berisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Precious Family || Enhypen
General FictionSeandainya waktu dapat kembali diputar, Hilmi tidak ingin kehilangan siapapun. Seandainya Hilmi bisa membagi kasih sayang sama rata pada putra-putranya, ia tidak akan pernah hidup dalam penyesalan. Hilmi mungkin bisa merelakan wanita yang sangat ia...
