57

1.4K 173 91
                                        

Setelah terbongkarnya fakta jika Jake adalah putra sulung yang papa akui dihadapan semua orang, hubungan Jake dan Jayden kembali merenggang.

Lebih tepatnya kini Jayden yang memilih memasang jarak diantara mereka, Jake berulang kali berusaha menjelaskan namun Jayden seolah menjauh dan menolak untuk mendengar, hatinya terlampau sakit.

Bukan hanya pada Jake, tapi Jayden mulai mengisolasi diri dari semua orang, bahkan dengan Satya pun Jayden hanya akan berinteraksi seadanya.

Jayden juga memutuskan untuk selalu dirumah sakit menemani Riki yang keadaannya belum juga pulih.

Jayden lebih banyak diam, tidak peduli apapun yang terjadi sekeras apapun Jake membujuk ia benar-benar melakukan silent treatment, untuk pertama kali dalam hidupnya Jayden tidak bisa mengendalikan perasaannya.

Kecewanya terlampau dalam, sakitnya terlampau sakit, lukanya terlampau bernanah hingga tidak akan bisa sembuh sebaik apapun obat dan prosesnya.

Jake mulai frustasi mendapati Jayden yang seperti ini, Jake tidak suka dengan sikap Jayden, Jake tidak nyaman dengan Jayden yang terus mendiamkannya.

Satya juga merasa perubahan Jayden yang sangat drastis, ternyata ini marah dan kecewanya Jayden adalah diam seribu bahasa.

"Kak Jay, biar Satya yang jaga adek. Kaka istirahat ya dirumah" Satya mencoba membujuk Jayden yang sudah dua hari ini tidak mau pulang hanya ingin bersama Riki tanpa beranjak sedikitpun dari ruang rawat, bahkan Jayden menolak makan dan meminum obat.

Jayden menggeleng,"Jay mau disini, pergilah"

"Tapi kaka harus istirahat, Satya gak mau kaka sakit" ucap Satya.

Jayden tersenyum hambar,"Sakit ya? Bukannya Jay udah sakit, sebentar lagi juga pasti mati"

"Kak Jay jangan bilang gitu" sergah Satya tak terima.

Tapi Jayden tidak menanggapi ucapan Satya lebih panjang, ia malah sibuk menatap wajah Riki yang damai dalam tidur siangnya.

Satya bingung harus bagaimana jadi memilih keluar ruangan dan mendapati Jake yang berdiri didepan ruangan, Jake baru kembali dari menjemput Sakala dan Julian disekolah lalu mengantar mereka pulang kerumah.

Sekedar informasi Hilmi sedang pergi perjalanan bisnis keluar kota setelah terbongkarnya rahasia keesokan harinya dan belum kembali hingga sekarang, jadi bisa dibayangkan kalo lelaki itu tidak bertanggung jawab sekedar menjelaskan apa yang sebenarnya.

"Kenapa kesini, Jake? Kenapa ninggalin adik-adik dirumah?" Cemas Satya, apalagi kedua adiknya ditinggalkan bersama dua perempuan yang Satya sendiri sulit mencari kalimat tepat untuk mendeskripsikan mereka.

"Lian sama Kala bilang mereka gak papa dirumah, malam Juga Jake jemput mereka" ucap Jake, netranya menatap lurus kearah jendela kecil dimana Jayden duduk diam disamping brangkar Riki.

Hatinya sakit melihat Jayden yang terus mendiaminya, mungkin ini karma untuk Jake karena sudah menyia-nyiakan orang sebaik dan seperhatian Jayden.

Walaupun Jayden baru mendiaminya selama dua hari Jake merasa begitu frustasi, seperti tidak ada semangat untuk melanjutkan hidup. Jake ternyata lemah dihadapkan dengan Jayden yang membencinya.

"Kamu yakin mereka bisa jaga diri baik-baik? Jake kan tau dirumah kayak gimana?"

"Iya tau, mereka pasti bisa jaga diri. Kalo si tua sama si jalang itu berani macam-macam, Jake bakal bongkar semua" jawab Jake dengan yakin.

Satya hanya menghela nafas ia juga lelah dihadapkan dengan semua. Rasanya dirumah sakit terus membuat Satya overthinking, pulang kerumah ada dua manusia tidak tau diri yang membuat suasana rumah menjadi sangat memuakkan, pergi kesekolah sejujurnya juga malas selain karena Argatra yang sesekali menganggu, fakta tentang Jevano dan Jeremy juga membuat perasaannya semakin tidak karuan.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang