63

1.4K 154 127
                                        

Jake memutuskan untuk Satya dirawat dirumah sakit selama sehari atau dua hari setelah dokter mengatakan kalo maag Satya kambuh dan demam Satya yang meninggi.

Dokter mengatakan kalo itu efek kecapean juga terlalu banyak pikiran dan salah makan, Jake tidak menyangkal itu semua Satya pasti lelah mengurus adik dan saudaranya juga beban pikiran yang disebabkan oleh Arin.

Hal itu jugalah menyebabkan perdebatan antara Arin dan Jake hingga hubungan mereka merenggang.

Satu persatu mereka semua mulai tumbang, Jake juga memutuskan untuk Jayden dan Riki ikut dirawat setelah hasil pemeriksaan mereka yang jauh dari kata baik.

Jake mengerang frustasi karena hari ini ia terus mendengar diagnosis dokter yang tidak mengenakan tentang saudaranya.

Jake bahkan sengaja mensilent ponselnya sendiri karena terus berdering sebab papa yang mencoba menghubungi dirinya beberapa kali.

Kalo seperti ini terus apa Jake sanggup?

Karena terlalu frustasi dengan keadaan, Jake sempat menemui dokter untuk ikut memeriksa kesehatan.

"Dok, saya ingin ikut mendaftar sebagai pendonor jantung juga ginjal. Apa syarat-syarat yang harus saya ikuti dok?"

Kalimat itulah yang pertama kali Jake ucapkan saat bertemu dengan dokter, katakan Jake gila tapi ia serius mengatakan itu semua.

Namun, karena usia yang belum masuk, izin orangtua, serta Jake yang masih sehat dokter tidak menyarankan itu semua. Terlalu gegabah jika Jake benar-benar ingin mendonorkan itu semua untuk Jayden dan Riki.

Seusai dari ruang dokter Jake memilih duduk dikursi lorong rumah sakit, menghela nafas panjang, hari sudah hampir malam dan Jake sama sekali tidak tau harus apa lagi setelah ini.

Jake sudah menelepon paman Harlan beberapa kali untuk meminta bantuan tapi pamannya itu tidak kunjung mengangkat teleponnya mungkin karena sibuk paman Harlan tidak sempat mengangkat panggilannya.

Jake mengacak-acak rambut saat keadaan malah semakin runyam, membuat Jake berhasil meneteskan air matanya, ia ingin menangis kencang setelah selama ini berusaha kuat didepan semua saudaranya.

Jake merasa tidak pantas untuk lemah didepan saudaranya, apalagi Jayden saja kuat menghadapi semua sendiri.

Ternyata menjadi Jayden tidak semudah itu, kalo tau begini ia tidak mau berpura-pura menjadi anak sulung, lihat tanggung jawabnya terlalu besar dan berat untuk dipikul sendiri.

Jake menangis menumpahkan semua rasa sedihnya namun tidak sedikitpun membuat Jake lega, ia malah semakin sesak.

Bayang-bayang yang selama ini Jake takutkan terus terlintas, Jake bahkan mulai takut saat memejamkan mata, Jake takut saat tertidur saudaranya tiba-tiba pergi meninggalkannya.

Seperti suatu malam saat Jake tertidur ia memimpikan Sakala memilih mengakhiri hidup dikamar mandi dengan menenggelamkan diri dibathub.

Jake langsung terbangun dengan nafas terengah-engah, lalu tanpa suara Jake berlari kekamar Sakala, Jake bernafas lega saat melihat anak itu tengah tertidur diatas karpet bulu dengan nafas teratur.

Ditengah rumitnya isi hati dan kepala, sebuah tangan melingkar hangat dipundak, Jake bisa mengenali parfum yang digunakan orang itu.

"Kalo mau nangis, nangis aja gak ada yang larang kok" ucap remaja itu.

Jake lantas membuang semua harga dirinya, biarkan Jake menangis dipundak sang sahabat.

"Gue takut Chan, gue takut" racau Jake dalam pelukan Chandra.

Precious Family || EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang