Di sekolah Chungha, ada sebuah peraturan dimana petugas piket harus tinggal di kelas untuk mengawasi kelas ketika jam istirahat. Kelas tidak boleh benar-benar kosong. Kebetulan hari ini adalah jadwal piket Chungha. Makanya Chungha memutuskan untuk tetap berdiam diri di kelas. Harusnya ia ditemani Sana, namun hari ini Sana tidak masuk sekolah dan temannya yang satu jadwal piket dengannya yang lain sudah terlanjur keluar kelas duluan ketika bel berbunyi tadi.
Beruntung hari ini Chungha membawa bekal makan dan minum. Jadi tidak pergi ke kantin untuk makan bukanlah masalah besar baginya. Pun Chungha terbiasa makan bekal di dalam kelas sendiri.
Chungha menikmati bekal miliknya sampai habis. Ia baru saja ingin kembali memasukan tempat makannya ke dalam tas ketika ia mendapat Johnny, teman sekelas yang menjabat sebagai ketua kelas itu di belakangnya.
Chungha yang menempati tempat duduk paling depan di barisan keempat dekat jendela tentu bisa dengan mudah melihat Johnny yang duduk di bangku ketiga dari belakang di barisan ketiga tersebut.
"Lo ngapain di sini? Nggak istirahat?" Tanya Chungha kemudian. "Apa udah balik? Kok gue nggak ngeliat lo masuk?" Sambungnya lagi. Ada sekitar 10 menit Chungha menghabiskan makanannya tadi. Jadi rasanya agak aneh karena baru menyadari ada orang lain selain dirinya di kelas. Terlebih ketika tadi ia lihat semua temannya langsung bergegas keluar begitu bel berbunyi, termasuk Johnny yang tengah memandanginya sembari bertopang dagu tersebut, lengkap dengan seringaian khasnya.
"Gue dari tadi di sini kok. Elonya aja yang keasikan makan sampe nggak sadar ada gue." Jawab Johnny.
Chungha mengangguk-anggukan kepalanya. Namun sedetik kemudian ia berkata, "keluar gih, makan atau apa kek. Nggak enak kalau cuma kita berdua di kelas begini."
Bagaimanapun Chungha dan Johnny berlainan jenis kelamin. Ia tak ingin ada gosip beredar mengenai dirinya dan Johnny.
"Males ah," sahut Johnny masih dengan posisi yang sama. "Lagian gua juga nggak bakal ngapa-ngapain elo." Sambungnya sembari tersenyum.
Chungha menggendikan kedua bahunya, "terserah deh." Ucapnya sembari memasukan tempat makannya dan mengambil novel yang ia pinjam dari perpustakaan kemarin.
Chungha terus asyik membaca novel di tangannya. Namun tak dapat dipungkiri kesunyian di sekitarnya membuatnya ia sesekali menoleh ke belakang. Ia sedikit heran mengapa Johnny diam saja. Well, laki-laki itu tak terlihat sakit.
Tolehan pertama, Chungha mendapati Johnny duduk di atas mejanya sendiri. Masih sembari terus memandanginya sambil tersenyum yang bagi Chungha lebih mirip dengan seringaian.
Tolehan kedua, Johnny kembali berpindah posisi. Kali ini ia berada di depan tempat duduknya, di bangku kedua dari depan di barisan ketiga.
Hal itu terus terjadi sampai saat ini Johnny duduk di samping meja Chungha, di bangku pertama barisan ketiga.
Meski tidak begitu dekat Johnny, Chungha tahu bahwa Johnny bukan tipikal orang yang betah lama-lama di kelas. Bahkan ketika jam pelajaran berlangsung pun dia sering kali izin keluar dan kembali sepuluh sampai lima belas menit setelahnya.
Johnny terus duduk sembari memandanginya. Chungha yang merasa aneh dan risih memutuskan untuk menutup novelnya dan beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Johnny yang juga ikut berdiri dari duduknya lalu mendekat ke arah Chungha. Chungha yang ketakutan langsung berlari keluar kelas tanpa berniat sedikitpun menjawab pertanyaan Johnny.
BRUK!
"Waduh!"
Chungha mengangkat kepalanya dan mendapati ia baru saja menabrak gerombolan teman sekelasnya di depan pintu masuk kelas.
"J..Johnny?"
Johnny, Taeyong dan Yuta saling berpandangan melihat Chungha yang menyebut nama Johnny dengan raut wajah penuh ketakutan.
"Iya, kenapa Chung?" Tanya Johnny.
Chungha kembali menoleh ke dalam kelasnya.
Dan tak mendapati siapapun di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
janggal; k-idols ✅
Fanfiction[BOOK FOUR] another book of horror stories [mostly based on true story] started: 29 Juli 2018 finished: 19 April 2019
