Hari ini hari pertama dimana Xuan Yi mulai memasuki kelas tiga di sekolah menengah ke atas di sekolah barunya. Ya, iya dan keluarganya baru pindah ke daerah yang agak jauh dari pusat kota.
Xuan Yi mendapatkan kelas XII IPA 1 yang letaknya di ujung koridor lantai dasar.
Samar-samar Xuan Yi mendengar obrolan teman yang sekelas dengannya bahwa kelas yang mereka tempati saat ini bekas ruang kesenian, makanya ruangan kelasnya ini terhubung dengan gudang bangku yang letaknya di belakang kelas mereka. Ada pintu yang menghubungkan ruang kelas mereka dengan gudang tersebut.
Xuan Yi tak berani bertanya lebih jauh meskipun rasa penasaran menghampirinya. Makanya ia hanya terus memperhatikan gudang yang dibicarakan teman barunya itu.
"Apaan itu?" Ucap Xuan Yi tanpa sadar ketika dia dari tempat duduknya yang berada di baris paling depan melihat gumpalan asap hitam yang semakin lama semakin membesar dan jelas terlihat.
Kening Xuan Yi mengerut. Ia lihat kesekelilinynya. Teman-temannya tak menyadari hal itu.
Kembali ia lihat ke dalam gudang tersebut. Dan retinanya menangkap bayangan sepasang mata berwarna merah yang tengah menatap arahnya. Seperti memergoki Xuan Yi yang terus memperhatikannya.
Xuan Yi yang panik langsung membuang wajah. Ia beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan untuk memberanikan diri berbaur dengan teman - teman barunya tersebut.
Sebulan berlalu sejak kali pertama Xuan Yi masuk dan melihat sesuatu di gudang belakang kelas mereka. Xuan Yi memang tak lagi melihat bayangan tersebut. Tapi ia masih bisa merasakan hawa yang berbeda di kelasnya. Hawa yang membuatnya merasa tak nyaman bila berada di dalam kelas meski ia sedang bersama teman-temannya.
"Eh ada yang lihat buku gua nggak?"
Xuan Yi yang tengah berdiri di depan kelas dengan teman sekelompoknya melakukan presentasi tentang Adjective Clause menoleh ke arah Nayoung yang barusan bertanya pada teman sebangkunya, Eunbi.
"Lah emang lo taro mana?" Tanya Eunbi.
"Di atas meja. Barusan gua nengok dikit buat pinjem cotap eh hilang." Ucap Nayoung lagi.
"Masa sih?"
"Ada apa ini?" Tanya Mr. Henry, guru bahasa inggris kelas IPA 1 yang menjadi tersita perhatiannya karena keributan yang ditimbulkan oleh Nayoung.
"Ini, Mr. Buku saya tiba-tiba hilang."
"Hilang?"
"Iya padahal tadi ada di atas meja."
"Ah yang bener? Kamu yakin nggak lupa naro?"
"Maaf, Mr, tadi saya juga sebelumnya lihat buku Nayoung di atas meja. Terus tahu tahu hilang." Sahut Xuan Yi.
Swear to God, Xuan Yi juga benar benar melihat buku Nayoung beberapa detik sebelum Nayoung kehilangan bukunya.
"Ayo yang ngumpetin coba kembaliin." Ucap Mr. Henry. "Coba periksa masing masing laci sama tas temannya. Siapa tahu ada yang iseng." Lanjut Mr. Henry lagi.
Well, semuanya jadi sibuk mencari buku Nayoung. Namun tak juga ditemukan buku milik Nayoung.
"Anu, Mr." Seru Taeyong sembari mengangkat tangannya.
"Iya ada apa Taeyong?"
"Gudang belum dicek, Mr." Ucap Taeyong.
Xuan Yi tak tahu mengapa, tapi perasaannya mendadak berubah menjadi sedikit tak nyaman ketika mendengar Taeyong menyebut kata gudang.
"Yi, percaya atau engga, tapi dari tadi gue liat ke arah gudang, kayak ada orang yang lagi geser geser bangku." Ucap Bona dengan suara berbisik ke arah Xuan Yi.
Tak heran, karena ada jendela di antara dinding pembatas ruang kelas mereka dengan gudang tersebut.
Bona adalah salah satu teman sekelompok Xuan Yi yang tengah melakukan presentasi. Dan kelompok Xuan Yi masih tetap berdiri di depan.
"Ya udah coba kamu periksa, Taeyong." Ucap Mr. Henry.
Taeyong menurut. Ia yang duduk di bangku agak belakang langsung beranjak bangun dari duduknya. Taeyong memegang kenop pintu menuju gudang tersebut kemudian membukanya dengan pelan.
BRAKKKK!
"Astagfirullah!!!"
Suasana kelas langsung heboh begitu ada kursi dari atas yang jatuh. Hampir saja kursi tersebut menimpa Taeyong kalau Taeyong tak cepat-cepat menghindar.
"Kok bisa sih? Kan dari tadi pagi juga nggak ada kursi di atas tumpukan meja deket pintu, nggak ada yang ngegeser juga padahal." Ucap Nayeon yang kebetulan tadi pagi mendapat tugas piket harian di kelasnya.
"Bener kan yi, berarti yang gue lihat tadi bener." Bisik Bona lagi ke arah Xuan Yi dengan pelan.
Xuan Yi hanya tersenyum kecil. Ia terus memperhatikan gudang tersebut.
Dan lagi, ia melihat gumpalan hitam seperti yang ia lihat sebelumnya. Dengan sepasang titik yang ia yakini adalah sepasang mata makhluk tersebut. Bedanya kali ini Xuan Yi turut melihat seringaian dari sosok tersebut.
Seringaian jahat yang terus disunggingkan dengan sangat mengerikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
janggal; k-idols ✅
Fiksi Penggemar[BOOK FOUR] another book of horror stories [mostly based on true story] started: 29 Juli 2018 finished: 19 April 2019
