HAE GAESSSS!!!!
HARI INI AKU KASIH SELINGAN DULU YA 🤭🤭🤭
MOOD KU DAH BALIK... MAKASIH BUAT KALIAN 💜💜💜💜
EMANG AKU KYKNYA GAK BISA HIDUP TANPA KALIAN 🤪🤪 GOMBAL AMAT KAYAKNYA 😄
TAEHYUNG AMA JUNGKOOK REHAT DULU... MASIH NYUSUN RENCANA SOALNYA BUAT JIMIN BIAR DIRESTUIN 🤪🤪💜
EH BTW SEBELUM BACA AKU KASIH TAU CHAPTER INI TU CUKUP PANJANG... JADI PELAN2 AJA BACANYA YA 😄😄😄😄
OKE DANG!!!
CEKICROOOTTT!!!!
((((((*****))))))
Hal yang paling Taehyung benci pada saat musim panas adalah hujan. Dia benci jika bajunya basah. Dia juga benci suara petir yang sering terdengar disaat hujan datang.
Tapi sialnya kali ini keberuntungan sepertinya tidak berpihak padanya. Tepat setelah ia menyelesaikan pekerjaannya hujan turun dengan deras. Lebih sialnya dia lupa membawa payung. Berakhir dengan dirinya menunggu diteras cafe tempatnya bekerja menunggu hujan reda.
Taehyung menggerutu karena waktu sudah menunjukan pukul dua belas malam dan dia masih terjebak hujan disini. Kedua rekannya, Hoseok dan Jimin sudah pulang lebih dulu. Dia menyesal tadi tidak menerima tawaran Jimin untuk pulang bersamanya. Kebetulan tadi Jimin pulang dijemput oleh kekasihnya dengan mobil. Seandainya saja tadi dia tidak menolak mungkin dia sudah berada didalam selimut hangatnya dan bermimpi indah. Seandainya...
"Kau belum pulang?"
"KAMJAGIYA!!!! Yoongi-ssi!!! Kau mengagetkanku!!!"
Taehyung memegangi dadanya yang berdebar dengan cepat. Min Yoongi, si pemilik cafe alias majikannya, menatapnya datar. Sepertinya ia sama sekali tidak peduli dengan kondisi Taehyung yang begitu terkejut dengan keberadaannya.
"Kenapa kau belum pulang?" tanya Yoongi.
"Ah, itu... Kebetulan aku tidak membawa payung jadi aku terpaksa menunggu hujan reda," jawab Taehyung. Jantungnya sudah baik-baik saja sekarang. Untung saja jantungnya kuat, jika tidak mungkin dia sudah mati terkena serangan jantung.
"Kenapa Yoongi-ssi juga belum pulang?"
"Ada hal yang harus kucek tadi."
Yoongi memandang kearah langit. Langitnya berwarna merah. Pastilah hujan ini akan lama berhenti. Ia lalu kembali berpaling pada Taehyung yang sedang merapatkan jaketnya. Taehyung sendiri sedang mengumpat dalam hati. Ia menyesal hanya memakai baju yang tipis hari ini. Udara ternyata cukup dingin akibat turunnya hujan. Besok ia harus membawa baju tebal selain juga payung. Jaga-jaga untuk kondisi seperti ini.
"Sepertinya hujan tidak akan reda dalam waktu dekat. Sebaiknya kau kuantar pulang," ucap Yoongi.
"Ah, ani Yoongi-ssi. Tidak perlu seperti itu. Lagi pula arah pulang kita berbeda. Aku tidak mau merepotkanmu," tolak Taehyung.
"Benarkah? Kurasa jika kau menunggu hujan reda pun sudah tidak akan ada lagi bus yang lewat. Apa kau mau menginap dicafe?"
"A-ani bukan begitu. Hanya saja aku tidak enak padamu," ucap Taehyung sambil menunduk. Tentu saja dia ingin pulang. Tapi masa dia harus diantar oleh Yoongi? Kan tidak enak rasanya. Apalagi mereka jarang sekali berinteraksi selain masalah pekerjaan.
"Geurae. Jika kau mau seperti itu."
Dengan santai Yoongi berjalan menuju parkiran mobilnya yang berada dibelakang gedung cafe miliknya dan meninggalkan Taehyung sendirian. Taehyung hanya bisa menatap punggungnya yang menghilang dibalik tembok.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Story
फैनफिक्शनCOMPLETED!! Kumpulan cerita (BTS) dengan berbagai macam genre. Dengan Taehyung sebagai cast utama disetiap ceritanya. (My first book. Maaf kalau tulisannya masih berantakan. Borahae. 💜)