Close To You (II)

1.1K 190 130
                                    

Hey eperibodeh...

Let's get to chapter 2...

Gak pake lama...

Vote dulu tapi 😆😆😆

Lanjut!!!

Cekidot skidipapap!!!!!!





(((((((*****)))))))








Waktu istirahat tiba. Jihoon yang saat itu sedang mencari keberadaan Taehyung karena ingin mengajaknya makan bersama dikejutkan dengan berita bahwa Taehyung pingsan. Dia langsung berlari menuju klinik sekolah untuk mencari Taehyung. Hatinya merasa waswas mengetahui senior favoritnya itu pingsan.

"Taehyung hyung!"

Jihoon berseru memanggil Taehyung saat dia sudah sampai klinik. Dia sampai diperingati oleh uisa sekolah karena sudah membuat keributan.

"Jangan berisik. Taehyung ada diranjang paling ujung. Dia sedang beristirahat jadi kau jangan mengganggunya," kata dokter bernametag Choi Siwon itu.

"Ah, ne. Maafkan aku," kata Jihoon menyadari kesalahannya.

Dia lalu berjalan pelan menuju ranjang yang ditunjuk oleh Siwon. Disibaknya tirai yang menutupi, terlihat Taehyung sedang tertidur disana dengan infus yang terpasang ditangannya. Wajahnya penuh dengan lebam. Bibirnya juga sangat pucat. Jihoon jadi trenyuh melihatnya.

"Apa yang terjadi padanya dokter?" tanya Jihoon.

"Dia demam dan juga dehidrasi. Kemungkinan dia demam karena luka-lukanya itu. Diperutnya juga ada lebam seperti terkena pukulan. Aku tidak tahu siapa yang sudah memukulinya seperti itu. Aku sangat menyayangkan kenapa dia bisa menjadi seperti ini," kata Siwon menjelaskan.

"Apa dia baik-baik saja?"

"Dia akan baik-baik saja. Aku sudah menyuntikan obat padanya. Demamnya pasti akan segera turun. Aku juga sudah mengoleskan salep untuk lebam-lebamnya. Kurasa dia akan baik-baik saja setelah ini. Jadi kau jangan khawatir," kata Siwon sambil menepuk pundak Jihoon.

"Ya. Aku juga berharap dia baik-baik saja. Aku sangat khawatir padanya."

Siwon tersenyum. "Kalian berdua ternyata dekat dengannya ya. Kupikir dia tidak punya teman disekolah ini karena dia selalu terlihat sendirian."

"Eung? Kalian?"

"Jeon Jungkook, dia kakakmu bukan? Tadi dialah yang membawa Taehyung kemari. Dia bahkan terlihat sangat khawatir dan menyuruhku untuk segera memeriksanya. Dia bahkan menungguinya cukup lama sebelum akhirnya aku menyuruhnya pergi karena dia masih harus menghadiri kelas. Yah, aku merasa sedikit lega melihat kalian berdua peduli padanya. Ya sudah. Aku titip dia sementara aku mau membeli makanan ke kafetaria. Kau mau menitip sesuatu?"

Jihoon menggeleng. Dia sama sekali tidak ada niat untuk makan sekarang. Dia lebih mengkhawatirkan keadaan Taehyung.

Siwon akhirnya meninggalkannya berdua dengan Taehyung yang masih terbaring. Jihoon mengambil kursi lalu duduk disebelah ranjang Taehyung. Dia memperhatikan wajah Taehyung yang pucat pias sambil memikirkan perkataan Siwon barusan.

"Jungkook hyung? Tidak mungkin dia yang menolong Taehyung hyung. Bukankah dia membencinya? Tapi tidak mungkin kan dokter berbohong?"

***

"Ugh..." Taehyung mengerjapkan matanya. Ia memegangi kepalanya yang terasa pusing.

"Taehyung hyung! Akhirnya kau sadar juga!" Jihoon berseru senang saat melihat pergerakan Taehyung.

Our StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang