ARC 4 (DT 30)

1K 288 9
                                        

DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON

🚛

HAPPY READING💛

.
.
.
.
.

ALL PIC BY PINTEREST

Alvin duduk ditengah meja panjang. Didepannya terdapat roti gandum, buah - buahan dan bubur encer dengan daging cincang  diatasnya. Melihat pelayan satu persatu menata makanan diatas meja. Alvin merasa sedikit bersalah. Mereka harus bangun ditengah malam begini hanya untuk dirinya.  Bukankah ini berlebihan.

"Uh kakak?"

"Hem? Adakah yang kau butuhkan?" Tanya Edward.

"Apakah kakak juga akan makan?"

"Tidak. Ini semua untukmu"

Alvin terperangah, yg benar saja. Melihat banyak hidangan rebus - rebusan dihadapannya membuat bocah itu menatap Edward lamat.

"Kau harus lebih banyak makan makanan sehat, itu baik untuk tubuhmu"

Walaupun ia lapar, ia tak mungkin memakan banyak hidangan dihadapannya dalam satu kali waktu. Walau begitu tangan itu mengambil sendok dan memasukkan bubur itu kedalam mulutnya perlahan.

Hangat.

Perutnya merasa nyaman.

Namun ada yang aneh.

Ia tak merasakan apapun.

Lidahnya mati rasa. Mungkin karena saat ini ia sedang 'sakit' yang membuat indra perasanya kurang berfungsi atau karena sup nya kurang garam. Namun, ia tak merasa terganggu akan hal itu. Ia kembali menyendokkan bubur itu dan memasukkannya kedalam mulutnya. Untuk sesaat hanya ada suara dentingan sendok yang beradu. Tak ada percakapan.

"Aku sudah selesai" ujarnya.

"Kau bahkan belum menghabisi setengahnya" Enord duduk disamping Alvin menunjuk bubur yang masih ada didalam mangkuknya.

"Tapi aku sudah kenyang" ujarnya mendorong mangkuk itu menjauh.

"Bagaimana kau bisa membuat tubuh kurusmu itu kuat kalau makanmu saja sedikit" Enord mengambil mangkuk itu pelan. Menyendokkannya dan membawanya kearah Alvin yang menutup mulutnya dengan kedua tangan kecilnya.

"Buka mulutmu" perintahnya.

Alvin menggeleng pelan, menutup matanya bersikukuh tak mau membuka. Perutnya terasa penuh, "Aku tak mau"

"Bagaimana kalau hanya tiga sendok saja?" Suaranya pelan, seolah bernegosiasi. Seorang Enord yang hanya mengumpat dan berkata kasar kini membujuk seorang anak hanya karena perkara makanan. Sedikit lucu. Jika Raon melihat kejadian ini mungkin pemuda itu akan berkata 'Apa anjing gila dari Grup Abyss kini berubah menjadi Chihuahua?' yahh Enord terkenal karena sifat pemarahnya. Dan itu tak aneh.

"Apa kita harus menghentikannya?"

"Biarkan. Anak itu memang harus memakan lebih banyak"  Edward dan Renord hanya menonton dari samping. Walau mereka berdua tak tahan, Enord ada benarnya.

"Tiga, tiga kali sendok saja" Enord kembali bersuara.

"Dua, dua saja kakak"

"Tiga"

"Dua"

"Tiga"

"Dua"

Hahhhhh.....

( TRANSMIGRATION) Dimensional TransmissionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang