DON'T FORGET TO CLICK VOTE BUTTON
🚛
HAPPY READING💛
.
.
.
.
.
ALL PIC BY PINTEREST
Ia berbaring diantara rumput, memejamkan mata dengan nyaman. Semilir angin memainkan surainya dengan lembut. Membawanya pergi kealam mimpi.
Siang ini, Edward pergi karena mengurus beberapa urusan. Karena ia tinggal dimansion pemuda itu mau tak mau ia ditinggal sendirian dimansion besar ini. Walau banyak pelayan didalam. Ia tak mau membuat yang lainnya kesulitan, jadi ia berkeliling dan menemukan taman kosong di halaman belakang mansion yang sepi.
"Alvin" samar - samar ia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Alvin bangun" Sesuatu menyentuh pipinya, menariknya pelan.
"Alvin bangun!!" Ia terperangkah. Bangun dan bangkit. Ia menatap sang pelaku yang membangunkannya dengan kasar. Siapa lagi kalau bukan Cale. Anak itu terkekeh kecil. Seolah kejahilannya membuatnya tertawa sebegitu bahagianya.
"Cale! Apa kau mengganggunya?! Aku sudah mengatakan jangan membangunkannya. Apa kau tidak mendengarkan?!" Alvin menoleh, tepat dibelakangnya Cale, Karmiel datang dengan berbagai buah ditangan kanannya. Dengan Eugene disampingnya.
"Miel~~~~, Alvin sudah bangun ketika aku datang"
Bohong.
Wajahnya tersenyum kecil. "Benarkan?"
Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya?
"Uh, ya"
"Jangan mengganggunya" Karmiel menasihati Cale pelan. Lalu menoleh kearahnya.
Melihatnya yang masih kebingungan menatap mereka, Karmiel tersenyum kecil dan mengusap surainya gemas. "Mengapa kau beristirahat disini? Bukankah didalam lebih nyaman"
"Bosan" ujarnya singkat.
"Apa kau sudah makan?"
"Sudah--ah belum" ia ingat hanya makan ketika sarapan, siang ini ia belum makan apapun. Mengapa sekarang ingatannya semakin memudar seperti orang tua?
"Kalau begitu masuklah, aku membawa beberapa makanan ketika pergi kesini" Karmiel bangkit. Menatapnya yang masih asik merebahkan tubuhnya. Enggan bangkit. "Kau tak mau bangun?" Bukan tak mau, tapi ia sudah berada di posisinya yang nyaman. "Baiklah kalau kau tak mau. Aku hanya harus membawamu kedalam" tubuhnya melayang, barulah ia terkejut. Karmiel mengangkatnya pelan.
Pandangannya menatap sekitar, sudah banyak pelayan yang berlalu lalang di lorong - lorong kediaman. Entah sibuk apa. Perjalanan kearah ruang makan memang harus melewati lorong tempat latihan berpedang yang selalu Edward pakai untuk latihan. Oleh karena itu ketika mendapati Licius dan George berada disana. Ia langsung melambai.
Licius menangkap pandangan matanya, dan segera menghampiri mereka. "Kupikir aku salah liat, ternyata kau ada sini" ujarnya. Tangannya menepuk kepalanya ringan. Seperti mengaruk kucing.
KAMU SEDANG MEMBACA
( TRANSMIGRATION) Dimensional Transmission
Fantasía[BrotherShip Story] Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya. "Gail? Apa yang terjadi?!!" "Sep...
