[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Lembut, wangi, dan berbulu. Itu adalah sensasi pertama yang ia rasakan sebelum membuka matanya perlahan, hal pertama yang ia lihat adalah sebuah kamar desain modern nan megah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kasur yang empuk.
Jendela kaca yang langsung menghadap kearah taman bunga.
Dan perabotan mewah dengan banyak lukisan.
Dari jendela matahari bersinar malu malu dari langit yang jarang bersahabat. Seolah membagikan kehangatan pada bumi yang selama ini dilanda kedinginan. Refleksi emas diatas air smembuat dunia lebih cantik dari biasanya.
Alvin mengerjap pelan, membiasakan cahaya matahari masuk kedalam retinanya, meresapi setiap cahaya hangat yang menerpa wajahnya yang kian tenang, sebelum mengerang tertahan merasakan ketidaknyamanan diantara kedua tangannya, tatapannya menunduk tangannya dilapisi kain kasa putih yang membuatnya sulit untuk di gerakkan. Memang tak terasa sakit sama sekali. Tapi jelas tak nyaman.
"Tuan"
"Gail"
"Berapa perkembangan plot kali ini?"
"96%, Tuan"
"96% yah....tunggu 96%?!!!" Itu artinya hanya 4% tersisa sampai ia meninggalkan dunia ini! Senyum mengembang, tak mau bertanya mengapa perkembangan plot alur yang terlalu cepat. Yang terpenting jalan pulang sudah didepan mata.
"Tuan"
"Ya, Gail?"
"Tubuh Anda kian melemah"
Alvin terdiam, walau keningnya mengernyit heran. Bibirnya tetap membentuk garis lurus. Menciptakan suasana yang hening untuk suatu alasan.
"Kenapa?" Lalu bertanya pada udara kosong.
"Walau ramuan membantu anda untuk tidak merasakan apapun termasuk rasa sakit. Namun saat ini kehancuran tubuh anda sudah mencapai angka 45%"
"........."
"Karena jantung protagonis wanita memiliki efek racun yang mematikan bahkan sebelum menyentuhnya. Tapi Karena pertahanan dari sistem, tak hanya menyentuhnya anda bahkan bisa menghancurkannya. Walaupun begitu tubuh anda tetap merasakan efek nya"
Alvin benci rasa sakit. Tapi karena ia berada di situasi 'mengenaskan' tanpa merasakan kondisi pada tahap itu. Sedikit membuatnya bersyukur.