[BrotherShip Story]
Alvin, pemuda tanggung itu kini terseret kedalam teknologi buatannya sendiri, "Dimensional Transmission" Disuruh memainkan alur cerita berbeda - beda dan mengubahnya demi menyelamatkan hidupnya.
"Gail? Apa yang terjadi?!!"
"Sep...
Ketika ia membuka matanya lagi, hari sudah malam. Tak ada kebisingan, tak ada orang hanya ada bulan sebagai satu - satunya cahaya penerang. Angin dingin berbisik pelan, membawa pergi hiruk-pikuk siang dan menyisakan ketenangan mutlak
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alvin menatap langit - langit kamar kosong, pakaian dan sepreinya sudah diganti dengan warna krem lembut yang begitu hangat. Pandangannya jauh, seolah memikirkan sesuatu, sekilas ia menyadari satu hal. Ketika tubuhnya melemah dan mencapai batas, sistem utama akan mengambil alih. Dan memaksa tubuhnya tidur sebagai perlindungan. Tanpa ramuan penahan rasa sakit, mungkin saat ini ia akan mengerang dan berteriak merasakan bagaimana tubuhnya hancur setiap menit.
"Kau sudah bangun?"
Tersentak pelan, Alvin menoleh. Ia baru sadar.
Disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tepatnya didepan jendela kamar yang terbuka. Renord sedang menatapnya. Tangannya disilangkan didepan dada. Kepalanya bersandar disisi jendela. menatapnya diam.
Memperhatikannya lamat.
Mungkin pemuda itu sudah lama berada disana.
Atau mungkin sejak ia menutup matanya ia sudah ada. Seperti sebuah bayangan. Tak bersuara. Memperhatikannya menatap langit - langit kamar tanpa mengganggu.
"Kakak" Alvin berusaha bangun, namun pemuda itu sudah lebih cepat berada disampingnya. Tangannya begitu telaten menahan tubuhnya, menambah bantalan diantara kepala dan punggungnya dan membantunya bersandar dengan nyaman.
Barulah Alvin menatap wajahnya, awalnya wajah pemuda itu sedikit tertutupi oleh bayangan karena pantulan cahaya bulan tapi kini wajah lelahnya tak bisa tertutupi. Renord yang angkuh dan dingin kini memiliki wajah yang berantakan. Diantara matanya terdapat Kantung mata yang membesar, kemeja putihnya dilipat sesiku dengan dua kancing atas yang terbuka memperlihatkan dadanya. Kerahnya tidak dilipat rapi. Tangannya gemetar saat memegang lengannya. Walau wajahnya tetap tenang tatapan khawatir itu tak bisa tertutupi.