06 - 6 : TIDAK LUAR BIASA

1K 87 2
                                        

“Karena tamu kita tidak tertarik pada bayaran akting itu dan sudah sepakat tentang semuanya, aku tidak akan mengajukan keberatan apa pun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Karena tamu kita tidak tertarik pada bayaran akting itu dan sudah sepakat tentang semuanya, aku tidak akan mengajukan keberatan apa pun.” Chanseong bicara pada Manwol, di ruang kerja Manwol di Del Luna.

“Heh, aku gak nyangka, lho, kalau gaji aktor bisa sebesar itu,” rumpi Manwol, dengan berbinar-binar dan, “Oh! Gu Chanseong, bagaimana kalau kau jadi aktor saja?”

Chanseong langsung menolak. “Aku tidak bisa akting, dan tidak tertarik juga menjadi aktor.”

“Ck. Ya sih, dari wajahmu saja sudah kelihatan kalau kau tidak bisa akting,” kata Manwol, sambil menggoyang-goyangkan segelas sampanyenya. Chanseong menyentuh-nyentuh wajahnya karena ini.

“Kalau begitu, coba jujur deh. Yang katamu aku gak punya uang sepeser pun bahkan buat beli mi ayam, itu hanya bohong, kan?”

Chanseong tidak berbohong, tapi hanya … “Anda memang punya banyak tagihan, tapi kalau buat sekedar beli mi ayam sih masih bisa. Buat beli jjukumi juga masih cukup.”

“Oh iya, jjukumi! Gara-gara kau, aku gak jadi makan itu kan!” Manwol melabrak  dengan sangat menyalahkan. Dia juga menggebrakkan gelas sampanyenya ke atas meja.

“Ya, ya, itu salahku. Semuanya salahku.”

“Chist. Karena kau sudah mengaku salah, iya deh aku maafin,” kata Manwol, lalu menjatuhkan punggungnya ke kursi tingginya sambil bersedekap.

“Kalau begitu, ayo kita ke pantai barat sekarang. Kalau beruntung, kita mungkin akan bisa melihat sunrise di sana sekalian makan jjukumi.”

“Apa nih? Kok tiba-tiba kau jadi baik begini?” Manwol curiga, dan Chanseong tak menunjukkan reaksi apa pun.

“Oh, karena aku adalah tamu terakhirmu, kau mau memberikan pelayanan terbaik, begitu? Memperlakukan tamu seperti seorang raja. Waduh, kau sungguh hotelier yang LUAR biasa.” Manwol terang-terangan menyindir Chanseong.

“Aku biasa saja, tidak luar biasa. Selain itu, seorang hotelier tidak seharusnya berbagi hal pribadi apa pun dengan tamunya.” Chanseong tidak memandang Jang Manwol sebagai tamu.

“Hah?” Manwol tertohok, lucu sekali. “Memangnya kau berbagi hal pribadi apa denganku? Aku tidak ingat tuh.”

“Daun,” kata Chanseong, menjawab. “Anda kan memberi dua helai daun padaku. Kok lupa sih?”

“Oh.” Manwol terdiam dan jadi canggung menatap Chanseong. “Hari ini aku sudah terlalu banyak minum sampanye, kau pulang saja. Dan … pergi makan jjukumi-nya besok saja, aku capek.”

“Kalau besok, aku harus ke lokasi syuting.” Chanseong sok sibuk sekali dengan segala jadwalnya yang memang padat.

“Kau tidak perlu ke sana. Aku sudah menyuruh anak magang untuk mengurus itu,” dan Manwol memberi tahu bahwa Kim Yuna telah resmi menjadi anak magang di Del Luna.

HOTEL DEL LUNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang