Novelisasi dari drama Korea yang ditulis oleh Hong Jeongeun dan Hong Miran, penulis drama HWAYUGI dan MY GIRLFRIEND IS A GUMIHO.
Del Luna adalah hotel untuk para arwah yang tersesat dan masih memiliki pengharapan atas dunia manusia. Hotel ini membe...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Agar Manwol tidak melanggar janjinya untuk tidak berjudi lagi, Chanseong memintanya menulis sebuah surat perjanjian yang diberi tanda nama—karena pada masa ini (Joseon) belum mengenal tanda tangan—di pendopo, di bawah sinar bulan yang menenangkan. Meski sebenarnya malas, Manwol menuruti saja perintah Gu Chanseong itu.
“Kulihat di istal tadi,” Chanseong berpindah topik pembicaraan, “sepertinya Anda punya banyak sekali kuda. Daripada kuda-kuda itu tidak dimanfaatkan, lebih baik Anda jual dan sisakan tiga ekor saja.”
“Tiga ekor?” Manwol melotot tercengang.
“Kalau Anda mau bilang kuda-kuda itu adalah untuk memenuhi istal supaya terlihat bagus, lupakan saja. LUNASI dulu utang-utang Anda.”
Manwol semakin melotot.
“Kalau tidak setuju, aku akan panggil lagi, nih, Nenek Gelandangannya supaya ke sini lagi.”
“Aiy, iya, baik, akan kujual kuda-kudanya. Itu kan tidak susah. Ck. Nah, kau sudah puas, kan, sekarang?” Manwol sudah selesai membuat tanda namanya di akhir surat perjanjian.
Chanseong memeriksa, dan puas atas surat perjanjian itu. Lalu dia memberi saran, “Kalau bosan, jangan pergi ke tempat perjudian, tapi buatlah kegiatan lain. Perhatikan ya?” Chanseong mengeluarkan kertas dan menggambar sesuatu. “Tanah Joseon ini berbentuk seperti harimau,” jelasnya, setelah selesai menggambar.
“Harimau?” Manwol nampak tidak yakin.
“Di Jeonju sini, ada bibimbab yang sangat enak.” Chanseong menandai tempat yang dibicarakannya. “Lalu kalau musim dingin, di Pohang sebelah sini, ada ikan haring setengah kering yang sangat terkenal. Dan kalau di Pyongyang, Anda akan sangat suka naengmyeon-nya.”
“Kau ingin aku melakukan ‘perjalanan cicip’? Kau sudah pernah mencoba semuanya?” Manwol nampak sangat tidak yakin akan usulan Chanseong ini.
“Sudah, bersama seseorang,” jawab Chanseong, sambil menatapi Nyonya Jang yang masih berkernyit-kernyit memperhatikan peta kuliner yang Chanseong buat.
“Apa ini akan lebih menyenangkan daripada berjudi?”
“Tentu saja. Anda akan sangat menyukainya. Setidaknya untuk 200 tahun ke depan.” Chanseong sangat tahu itu.
Lalu Nyonya Jang bertanya, “Bagaimana kalau kau menemaniku? Kau tidak tertarik untuk menjadi salah satu dari pelayanku? Aku akan senang kalau kau jadi pelayan di sini.”
Untuk sesaat, Chanseong tergoda untuk menjawab ‘ya’, tapi … bagaimana dengan Jang Manwol yang berada di Del Luna? Dia hanya harus meneguk minuman yang Nyonya Jang tuangkan ini untuk tetap tinggal, tapi ….
“Tinggallah di sini bersamaku,” ucap Nyonya Jang, sambil menuangkan minuman ke gelas Chanseong, dan … dia menuangkan minuman ke gelasnya sendiri dan memulai aba-aba untuk minum. Haruskah Chanseong meminum minuman ini?