14 - 3 : JANGAN KHAWATIR

647 64 0
                                        

Pagi hari, setelah selesai kerja, Chanseong menelepon Sanchez dari Del Luna, dan dia mendengar keberisikan yang sangat ramai di belakang telepon itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi hari, setelah selesai kerja, Chanseong menelepon Sanchez dari Del Luna, dan dia mendengar keberisikan yang sangat ramai di belakang telepon itu. “Kenapa berisik sekali di sana? Ada siapa di rumah?” tanyanya, ingin tahu.

“Itu. Iptu Park kan kakinya keseleo,” Sanchez bercerita, “jadi Mira membawanya ke sini dan menyuruhnya menginap di kamarmu. Padahal sih menurutku Iptu Park baik-baik saja, tapi Mira-nya ngotot, katanya orang sakit harus makan yang banyak supaya cepat sembuh. Ya sudah, akhirnya kami makan. Sudah begitu, teman-temannya Iptu Park datang menjenguk karena katanya hari ini mereka sedang libur. Melihat halamanku bagus, mereka jadi ingin makan-makan di halaman, dan mereka juga bawa buah, yah, ya sudah, aku keluarkan semangka dari kulkas dan sekarang kami sedang makan-makan di halaman.”

“Oh begitu rupanya.” Chanseong mencemaskan banyak hal.

“Tenang saja, rumahku sangat aman sekarang. Kemarin Manwol memberiku lilin, dan sekarang ada banyak polisi di sini. Rumahku sangat aman dari sudut pandang mana pun.”

“Sanchez, berikan ponselnya pada Mira. Aku perlu bicara dengannya sebentar.”

“Aih, tidak usah. Mira juga mengundang banyak orang ke sini, mungkin, karena tidak tega membiarkanku sendirian di rumah. Aku juga senang kok berisik-berisik begini. Yah, asal mereka gak merusak rumput-rumputku saja. Kau tenang saja, Chanseong-ah. Mereka membuatku tidak punya waktu untuk melamun.” Sanchez memperhatikan Mira yang sedang memaksa Iptu Park untuk disuapi semangka dan teman-teman Iptu Park men-cie-cie mereka dengan sangat berisik.

“Kukira Mira dan Iptu Park itu bisanya hanya bertengkar setiap saat, tapi ternyata mereka bisa akur juga. Tenang saja. Sepertinya tidak lama lagi Mira akan segera pindah. Chanseong-ah, aku juga mau makan semangka. Sudah ya?” Sanchez pun menutup telepon itu, dan menghela atas tingkah Mira yang ….

“Sanchez, ayo sini gabung. Bapak-bapak polisi ini juga bawa melon lho buat kita. Ayo makan bareng, sini,” ajak Mira, diikuti semua orang lain, sambil mengangkat-angkat melon yang dibicarakan—dengan agak keberatan.

Sanchez memicing. “Mira-ya, melon itu punyaku, aku sendiri yang mengeluarkannya dari kulkas tadi. Kau itu bagaimana sih?”

“Oh ya? Oh iya ya, aku baru ingat. Hehehe. Ya sudahlah, sama saja, memangnya kenapa? Ayo, makan bareng, sini.” Mira memanggil-manggil, begitu juga dengan Iptu Park dan teman-temannya. Hmh, walau berisik dan agak menyusahkan, sebenarnya Sanchez harus bersyukur mengenai Mira, Iptu Park, dan teman-teman Iptu Park ini.

 Hmh, walau berisik dan agak menyusahkan, sebenarnya Sanchez harus bersyukur mengenai Mira, Iptu Park, dan teman-teman Iptu Park ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HOTEL DEL LUNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang