Pagi hari yang cerah, Yujin terbangun dari tidurnya saat alarmnya menbangunkannya dengan sangat elegan..
Guk! Guk! Guk!
Mendengar suara, Yujin langsung menekan atas jam bekernya dan mematikan suara jamnya yang berdering.
Yujin langsung berjalan masuk kekamar mandi bersiap menuju kantornya. Dengan perhatian penuh, Yujin menatap kekaca sambil memasang dasinya.
"Hmmm sepertinya gue butuh pendamping hidup untuk memasangkan benda ini" kata Yujin sambil memasang dasinya membutuhkan waktu yang lebih lama.
"Hmm kenapa dasi kerja harus dilipet susah susah. Pengen banget gue pake dasi yang pake tali karet kayak anak esdeh biar gampang" kata Yujin dan dengan segera mengambil jasnya dan keluar kamar untuk sarapan.
Tiba dimeja makannya, Yujin menepuk jidatnya karena dirinya melupakan mahluk yang mulai numpang hidup dengannya.
"Selamat pagi papahhhh" kata Nako sambil teriak membuat Yujin membulatkan matanya.
"Heh! Sembarangan! Gue bukan bapak lo!" kata Yujin pada Nako.
"Ihh terserah Nako dong, dari pada Nako panggil mama! mau?" tanya Nako sambil mengembungkan pipinya.
"Sembarangan! Gue cowok ya, yaudah deh terserah lu dah! Mau makan apa pagi pagi?" tanya Yujin pada Nako.
"Mau susu pake dot" kata Nako dengan wajah imutnya membuat Yujin menatap Nako datar.
"Gaada dot! Udah pake gelas aja!" kata Yujin berjalan mengambil susu proteinnya membuat Nako cemberut.
"Nako gamau susu itu! Itu kan buat cowok! Mau susu yang isi satu dua tiganya! Pokoknya pake dot!" kata Nako cemberut. Yujin mengacak rambutnya dan menatap Nako yang mengembungkan pipinya pada Yujin.
"Iya, nanti gue belanja!" kata Yujin yang membuat Nako berdiri dan berlarian kegirangan.
Yujin akhirnya pergi ke kantor diikuti oleh Nako yang menempel dipunggung Yujin. Namun karena Nako mahluk halus, Yujin tidak merasakan berat pada tubuhnya.
Namun Nako bisa mewujudkan dirinya sebagai anak kecil biasa dan bisa dilihat juga di sentuh orang lain dengan kekuatannya.
Jam makan siang, Yujin menyempatkan diri pergi kesupermarket untuk berbelanja keperluan Nako dan juga sekalian belanja makanan.
Yujin langsung berjalan ke arah rak peralatan bayi sambil melihat lihat dot. Baru akan bertanya pada Nako dipunggungnya, Yujin mendengar dengkuran keras menandakan Tuyul itu sedang molor.
"Aishhh! Bisa dikira gila gue ngomong sama Nako. Kalau gini gimana belinya?" kata Yujin yang tidak mau membangunkan Nako.
"Pak Yujin? sendirian pak?" tanya sebuah suara membuat Yujin menatap kearah sampingnya dan menemukan wanita yang ia antar pulang kemarin.
"Eh... Minju ya? Iya saya sendirian. Kamu sendirian juga? Btw, jangan panggil pak, kita diluar kantor jadi gak usah formal" kata Yujin menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
"Oh iya maaf, Yujin. Gue sendirian, mau beli botol tumblr buat keponakan gue" kata Minju sambil tersenyum membuat Yujin terdiam sambil menikmati keindahan dihadapannya.
"Jin? Jin mau beli apa?" tanya Minju menepuk pundak Yujin membuat lamunan Yujin tersadar dan dengan segera Yujin menatap Minju.
"Oh.. gue mau beli dot bayi buat keponakan gue." jawab Yujin bohong.
"Oh iya... keponakannya lagi tidur?" tanya Minju pada Yujin.
"Eh?? Keponakan?" tanya Yujin bingung pada Minju.
