Wonyoung berjalan kearah gerbang utara dengan cepat dan menemukan mobil Mercy putih dan seorang laki laki yang sudah duduk bersandar di kap mobil itu sambil tersenyum ke arah Wonyoung.
"Kakakakkk" dengan cepat Wonyoung berlari memeluk laki laki itu erat.
"Haha pelan pelan dek. Kakak gak ninggalin lagi kok, udah cukup kakak jadi pengecut!" kata Hyewon memeluk erat Wonyoung.
"Kak, kakak jadikan nemenin Wony ke rumah sakit jagain papa?" tanya Wonyoung pada Hyewon yang dijawab anggukan oleh laki laki itu.
"Yey, tapi Wony mau beli maem dulu ya.. laper" kata Wonyoung membuat Hyewon terkekeh.
"Yaudah, tapi kamu yang bayar ya" kata Hyewon.
"Ihh kok Wony yang bayar, kan kakak cowok! Masa cewek yang bayar?" kata Wonyoung mempout bibirnya memukul dada Hyewon.
"Kan kartu kredit kakak ada di kamu, kakak mau bayar pake apa coba kalau kamu suruh kakak bayar" kata Hyewon membuat Wonyoung menepuk keningnya.
"Oiya, ini! Gak jadi Wony kuras isinya, tapi perkosanya jadi tapi gak hari ini" kata dede frontal sambil menyerahkan kartu kredit Hyewon.
"Kok perkoas perkoasan sih omongannya, diajarin siapa coba" kata Hyewon mencubit pipi Wonyoung.
"Diajarin oppa doggy sama oppa bebek! Perkosa kakak bukan perkoas!" kata Wonyoung berjalan kearah mobil sebelah kemudi dan masuk setelah dibukakan pintu oleh Hyewon.
"Biar sopan pake perkoas aja hehe" kata Hyewon menutup pintu mobil lalu berlari kecil kearah kemudi melajukan mobil menuju restaurant untuk memberi makan kelinci yang kelaparan.
Di gerbang depan, Haruto dan kawan kawannya sudah siap untuk menyerang dengan tali dan tongkat baseball menunggu mobil Mercy putih yang tidak kunjung tiba.
"Mana sih manusia sosis gak dateng dateng?" tanya Yoobin yang siap dengan tongkat baseballnya.
"Mending lo nyamperin Wony ajak pulang deh rebut hatinya kalau kayak gini, To! Dari pada kita gebukin si lempeng, ga dateng dateng" kata Jihoon yang sudah bersiap dengan talinya.
"Bacot lo ah, tunggu aja napa sih?!" kata Haruto memegang teropong dari atas pohon.
Seorang wanita berjalan melewati mereka dan dengan segera Haruto turun dari pohon menemui wanita itu.
"Shiroma-san! Miru!" panggil Haruto pada wanita itu.
"Nani?" tanya Miru pada Haruto memandang laki laki itu sambil menaikan satu alisnya.
"Lo kelas terakhir sebelahan kelas sama Wony kan?" tanya Haruto pada Miru.
"Iya, kenapa?" tanya Miru menyilangkan tangan di depan dada.
"Wony mana? masih dikelas?"tanya Haruto pada Miru.
"Hmm gue liat sih dia ke gerbang utara, kayaknya dijemput disana tapi gatau juga. Ngapain?" tanya Miru membuat Haruto membulatkan mata dan melempar teropong di tangannya.
"Aishhh! Bakkaaa! kenapa lo gak kabarin gue?! kan lo tau kalau gue ngerencanain semua ini!! Gue diskusi lewat chat, Miru!" kata Haruto kesal pada Miru.
"Ya gue kan gatau, kirain lo juga nyegat di semua gerbang! Juga gue udah bilang gamau ikut, dan gak usah ngumpat didepan gue lo!" kata Miru menginjak kaki Haruto dan berjalan pergi.
"Awwww" ringis Haruto saat kakinya diinjak oleh Miru membuat teman teman Haruto tertawa.
"Emang boss ganteng kita ini gaada apa apanya sama boss seksi kita itu hahaha" kata Yedam yang langsung di slepet Haruto dikepala.
