Hundred Sixteenth

1.1K 151 40
                                        

"Kakakkkkkkkk!"

Hyewon yang sedang asik bermain dengan Nako terdiam dan merasakan seorang wanita menabraknya dan memeluk dirinya erat membuat air mata jatuh ke pipinya tanpa bisa ia tahan.

"Kakakkk! Kakak kemana aja ninggalin Wony selama ini?! Kakak tau gak, Wony mau gila rasanya gaada kakak!" kata Wonyoung menumpahkan kesedihannya pada Hyewon.

"Kakak hanya pergi untuk ke bahagiaan kamu Wony, kakak gak mau kamu habisin masa muda kami untuk orang tua yang sudah harus serius ini Wony..." kata Hyewon membalas pelukan Wonyoung.

"Lepas kostumnya!!" kata Wonyoung agak berteriak pda Hyewon.

"Tapi kakak kerj--"

"Wony bilang lepas kostumnya!!" kata Wonyoung membentak Hyewon, dan dengan segera Hyewon melepas kostumnya dihadapan Wonyoung.

"Jadi selama ini kokomong ini kakak? Kakak bantuin Haruto buat tembak Wony?" kata Wonyoung memukul dada Hyewon.

"Kakak juga diem aja waktu Wony dirangkul sama Haruto?!" kata Wonyoung memukul lagi dada Hyewon.

"Kakak ada di kampus dan tau Wony jatuh terus nangis kenceng?!" kata Wonyoung lagi memukul dada Hyewon.

"Kakak juga liat Wony dicium sama Haruto? Kenapa kakak diem aja kak?!" kata Wonyoung memukul dada Hyewon sambil menangis.

Hyewon langsung menarik Wonyoung kedalam pelukannya dan mengusap pelan belakang kepala Wonyoung.

Wony tumpahkan air matanya lalu ia dorong tubuh Hyewon dan kembali ia pukul dada laki laki itu sambil menangis.

"Kakak jahat! Kakak pengecut! Kakak tinggalin Wony!" kata Wonyoung memukul dada Hyewon.

Dengan cepat Hyewon menahan tangan Wonyoung dan menarik Wonyoung menipiskan jarak antara mereka dan Hyewon tempelkan bibirnya pada bibir Wonyoung.

Pelan pelan Hyewon gerakan bibirnya yang akhirnya dibalas oleh Wonyoung yang mengalungkan tangannya dileher Hyewon mengusap lembut tengkuk laki laki itu.

Oksigen terkikis di paru paru keduanya, Hyewon lepaskan ciuman itu dan tempelkan keningnya..

"Kakak punya alasan kakak, tapi apapun alasannya, kakak akan berusaha jika memang kamu memilih untuk bersama kakak" kata Hyewon pelan menghapus air mata Wonyoung dengan ibu jarinya.

"Wony mau habisin masa muda Wony hingga masa tua Wony bersama kakak, hidup sama kakak dan jadi wanita yang terbaik buat kakak... Wony cinta sama kakak" kata Wonyoung kembali meneteskan air mata.

"No! Jangan nangis lagi, jangan nangis lagi buat laki laki pengecut kayak oppa" kata Hyewon kembali menghapus air mata Wony.

"Ayahhhhh Nakoooo ngantukkk" kata anak tuyul yang sudah sekarat di ayunan membuat Hyewon dengan cepat menggendong anak itu.

"Kak!" Wony tahan tangan Hyewon kembali wanita itu kecup sekilas bibir laki laki itu.

"Nanti Wony mau pulang sama kakak, keapartemen kakak! Besok pagi kita kerumah sakit bareng, papa Wony masuk rumah sakit kak!"

....

Pesta selesai, semua tamu mulai pulang dan pemilik stand mulai mengemasi barang barnag mereka tidak terkecuali tiga manusia kokomong yang sedang berkemas.

Duanya berkemas satunya sudah bobo lucu di dalam Van sosis kokomong itu.

Manusia sosis Kang Hyewon merapikan barang barang dan berkemas, namun sebuah tangan menepuk pundaknya dan berdirilah seorang laki laki dihadapan Hyewon.

TUYUL CHIBI (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang