Notes : Yang bercetak miring adalah percakapan berbahasa asing!
Bandar Udara International Incheon...
Seorang wanita turun dari jet pribadinya menggandeng seorang laki laki berjalan menuju mobil limosine yang menjemput keduanya.
"Tuan Kojima! Nona Takahashi! Selamat datang!" kata supir yang menjemput kedatangan mereka di Korea.
Pasangan itu masuk ke dalam limosine dan menuju hotel yang mereka reservasi untuk keduanya.
Di dalam mobil, Juri menyandarkan kepalanya di bahu Mako yang menatap lekat iPad di tangannya.
"I want the permission! Make the documents and call the Singapore paramedic quick! Late coming, you guys fired!" kata Mako mematikan iPadnya lalu meletakan barang mahal itu kedalam tasnya.
"Gimana?" tanya Juri pada Mako.
"Perdana mentri mempertimbangkan permintaanku soal ijin. Juga Watanabe berasal dari Jepang" kata Mako mengelus puncak kepala wanita telur itu.
"Untuk cara mengeluarkan Yoorim dari penjara, aku serahkan pada sahabat sahabatnya untuk bertanggung jawab pada Yoorim! Tapi untuk keluarga Watanabe, kita akan turun tangan langsung!" kata Mako.
"Surat ijinnya? yakin kamu dapat?" tanya Juri lagi.
"Tenang aja, aku akan lockdown perusahaan Watanabe dan akses Watanabe di Jepang. Untuk keluarga Watanabe Haruto dilarang menginjakan kaki di Jepang!" kata Kojima Mako membuat Juri menganggukan kepala puas.
Tring!
Tablet Kojima Mako berbunyi dan dilihatlah layar menampilkan sebuah e-mail dari kekaisaran Jepang membuat Mako menganggukan kepala puas.
"Surat ijin membunuh, Kojima Mako... Target Watanabe Haruto.. apa namanya benar?" tanya Mako pada Juri yang dijawab anggukan oleh wanita itu.
"Jenis eksekusi apa yang kamu mau, sayang?" tanya Mako pada Juri.
"Karena adikku tidak terluka dan hanya dipenjara, tapi fitnahnya kejam... Kolam Hiu!"
....
"Jangan!! Oppa tidak bersalah! Jangan!!" teriak Yireon melihat Aisha di giring dalam sel tahanan setelah menemui sahabat sahabatnya.
"Bangsat!!" teriak Yujin menendang angin karena hasil tidak sesuai ekspektasinya.
"Gamungkin darah itu punya Aisha! Gak mungkin!" kata Chaeyeon mengusap kasar wajahnya.
"Won!! Pake duit lo! keluarga si bangsat itu pasti pake duit! Bonus gue masih sisa banyak, lo ambil dah buat ngeluarin Aisha!" kata Yena menyerahkan kartu atmnya pada Chaewon.
"Gue udah nyoba sehabis sidang! Gue ngasih tawaran 100 milyar won, hakim nolak dan bilang semua bukti bisa di buktiin keasliannya sama polisi.." jawab Chaewon lemas.
"Satu satunya harapan kita adalah, saksi...dan Shiroma Miru" kata Chaewon menunduk lemas.
"Guyss! Takahashi Juri udah di Korea..." kata Chaeyeon menunjukan e-mail yang di kirim Juri padanya.
....
Siang siang jam pulang sekolah anak Esdeh, Nako berjalan keluar dari sekolahnya dengan topi pink nya sambil melihat sekitar.
Anak itu menunduk karena tidak melihat Lambhorgini yang biasanya menjemputnya lalu tidak ada lagi wajah datar yang menghampirinya mengajaknya jalan jalan sepulang sekolah.
Nako menghembuskan nafas lalu berjalan kearah taman bermain depan sekolah dan memakai ayunan dan berayun pelan sendirian.
Biasanya ada laki laki besar yang membantunya berayun tinggi tinggi dan membuat dirinya tertawa karena mau dirinya ajari yang aneh aneh.
Tapi sekarang laki laki itu tidak ada lagi bersamanya dan Nako sedih karena dirinya tidak bisa seberguna dulu.
Kekuatan teleportasinya hilang dan tubuhnya tidak sekuat dulu untuk menempel di tembok.
"Nako gak berguna lagi... Nako malah nyusahin sekarang" kata anak itu cemberut sambil berayun.
"Es krimm! Adek manisss ayo sini es krimm!" teriak seorang laki laki memanggil Nako dan dengan cepat anak itu berlari kearah penjual es krim itu.
"Om es krim satu, tapi Nako gapunya uang..." kata Nako pada penjual es krim.
"Hehe, kan kemaren kemaren omnya udah bayar lebih, jadi satu es krim mint choco gratis buat adik manis" kata penjual itu menyiapkan es krim untuk Nako.
"Ini dia, om tambahin choco chips diatasnya" kata penjual itu memberikan es krim pada Nako lalu menutup dagangannya dan duduk dipinggiran bersama Nako.
"Adik manis gak pulang? belum di jemput?" tanya pedagang es krim itu pada Nako.
"Enggak om, belum di jemput. Biasanya om tembok yang jemput, tapi hari ini kayaknya papa Ujin yang jemput" jawab Nako menjilat es krimnya.
"Memang om nya kemana? Kok gak jemput?" tanya penjual es krim pada Nako.
"Dituduh om, ternyata mobil yang om tahan buat selamatin Nako kemarin itu punya orang jahat om... om Nako di masukin penjara jadinya" jawab Nako sedih sambil memakan es krimnya.
"Loh bukannya cuma nahan? Om Nako gak salah itu!" kata penjual es krim itu pada Nako.
"Nako tau, cuma ya... ada batu dibalik udang, jadinya ya gitulah om" jawab Nako.
"Memang sidangnya udah di tutup? gak bisa lanjut?" tanya penjual es krim itu lagi pada Nako.
"Gatau deh om, kata papa Ujin sih masih di insertiviasri gitu" jawab Nako membuat penjual es krim itu menganggukan kepala.
"Kalau om jadi saksi, ada kemungkinan kan omnya Nako tidak bersalah?"
....
Takahashi Juri bergerak menuju rumah sakit tempat Shiroma Miru dirawat akibat kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa wanita itu.
Sampai ruangan, Juri bertemu dengan tuan dan nyonya Shiroma juga beberapa anak buah Yakuza dari ayah Miru.
"Tuan Shiroma!" kata Juri mendekat bersama Mako dan bodyguardnya mendekati orang tua Miru.
"Nona Takahashi! tuan Kojima! Wahh senangnya kita bisa bertemu di Korea!" kata tuan Shiroma menjabat tangan Juri dan Mako.
"Bagaimana keadaan putrimu?" tanya Juri pada tuan Shiroma.
"Putri saya masih belum sadar karena koma, akibat kecelakaan yang disebabkan seseorang padanya dan untung saja pelakunya sudah masuk penjara" kata tuan Shiroma pada Juri.
"Pelaku bukanlah pelaku sebenarnya" kata Mako membuat tuan dan nyonya Shiroma menatap laki laki itu.
"Apa maksud anda?"
"Heo Yoorim, adalah adik angkat saya dan saya kemari ingin membela adik saya" kata Juri membuat tuan Shiroma menatap Juri dan anak buah Yakuza bersiap menyerang.
"Sekaligus saya ingin membuktikan, bahwa adik saya tidak bersalah dan menghukum pelaku sebenarnya!" tambah Juri santai pada tuan Shiroma.
"Adik anda bersalah, bukti sudah ditemukan!" kata nyonya Shiroma menimpali Juri.
"Bukti bisa saja kebetulan, dan saya akan buktikan bahwa adik saya tidak sejahat itu untuk menghancurkan hidup seseorang yang bahkan belum ia kenal!" kata Juri yakin pada tuan Shiroma.
"Kami kemarin ingin menjamin semuanya, kesembuhan Miru dan kami akan lansung mendatangkan tenaga medis dari Singapura dan juga akan memberikan pelayanan ekstra demi kesembuhan Miru!"
"Setelah itu, saya minta Miru bersaksi dan mengeluarkan adik saya jika memang adik saya tidak bersalah..."
"...saya juga meminta anda melepas hubungan dengan keluarga Watanabe, karena keluarga itu akan jatuh sejatuh jatuhnya..." kata Mako tersenyum santai pada tuan Shiroma...
To be continued...
Vomments and happy reading!🐈🐈🐈
