22. Berjalan lancar

6.3K 588 21
                                        


.
.
.
.
.
Wiya terlihat bahagia sejak berhasil mengajak Danish jalan hari itu, entah apa yang membuat pemuda itu sangat bahagia. Wiya bahkan beberapa kali memeluk Danish dan mencuri kecupan di pipi yang termuda, dan tentu saja Wiya akan mendapat pukulan dari Danish.

"Lo kenapa sih? Dari kemarin senyum-senyum mulu?" Wiya hanya menggeleng saat Yuvan bertanya, saat ini kedua nya tengah ada di ruang latihan, menunggu yang lain sedang membeli makan siang.

"Gue gemes sama bocil Van, sumpah itu anak kenapa bisa gemesin gitu ya?" Yuvan melirik sinis pada Wiya setelah mendengar hal itu, hei dia kan juga ingin mengajak Danish jalan.

"Ya lo aja yang baru tau." Wiya balas mencibir Yuvan setelah mendengar jawaban pemuda tinggi itu.

"Kayak lo udah tau lama aja." Yuvan mengedikan bahunya acuh sebelum meraih botol air mineral miliknya.

"Gue udah tau lama, tapi suka nya baru-baru ini."

Cklek

"AYO MAKAN!!" Suara kencang Kenzo membuat Wiya yang semula kesal pada Yuvan langsung menoleh, begitu pula Yuvan.

"Jangan teriak-teriak!" Kenzo hanya tertawa saat Savian menegurnya.

"Loh, Mada sama Danish belum balik ke sini?" Mendengar pertanyaan itu dari Ersya, membuat keempat pemuda itu saling tatap.

"Udah jangan khawatir, Mada sama Jeff masih di tempat bang Deni, kalau Danish ada di studionya."
.
.
.
.
.
Danish tersenyum senang saat anggota Akrala berhasil menyelesaikan rekaman mereka, apa lagi mereka semua juga berhasil mencapai nada yang diingin oleh Danish maupun Deni.

Danish yang bahagia bahkan tanpa sadar terus tersenyum dan menggoyangkan kepalanya selama mendengar hasil rekaman mereka, hal itu jelas membuat semua yang melihat nya tidak percaya, apa lagi Danish terlihat sangat imut dan manis saat seperti itu.

Sret

Danish mengerjap saat Ersya tiba-tiba menyentuh dan menahan kepalanya agar berhenti bergerak.

"Jangan gerak-gerak kepalanya, ntar leher lo copot." Danish merengut saat mendengar ucapan Ersya.

"Ah bang Yaya apaan sih!" Danish berusaha melepaskan tangan Ersya dari kepalanya, namun pemuda cantik itu tidak juga melepaskan kepala Danish.

"Diem Danish, nanti copot, kan serem!" Danish berdecak saat Ersya tidak juga mau melepaskan kepalanya.

"Bang Yaya, kepala gue bukan kepala barbie yang bisa di copot pasang!" Ersya mendekatkan wajahnya ke telinga Danish saat Danish mengatakan itu.

"Iya kepala lo, tapi liat mereka senyum-senyum sambil natap lo itu serem." Danish langsung melirik ke arah anggota yang lain, dan memang empat diantara mereka tersenyum lebar sambil menatap kearahnya.

"Lo bener bang, mereka serem." Danish jadi begidik ngeri saat melihat itu.

"Ya makanya kepala lo diem aja." Danish akhirnya mengangguk dan membuat Ersya melepaskan tangannya.

"Bang Ersya, lo balik sama gue ya?" Ersya menggeleng dan menunjuk Kenzo sebagai jawaban, apa lagi mereka tengah ditatap oleh anggota yang lain.

"Gue ada janji sama Kenzo, lo sama yang lain aja." Jawaban Ersya jelas membuat yang lain senang, karena mereka punya kesempatan untuk pulang bersama Danish.

"Yah, penting ya bang Kenzo?" Kenzo yang ditatap oleh Danish mengangguk kecil sambil memberi kode pada Danish agar melihat ponselnya.

"Pulang sama kita aja cil." Danish menatap sebal pada Wiya, lagi pula dia masih kemusuhan sama Wiya karena sudah mencuri kecupan di pipi nya.

Akrala (Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang