.
.
.
.
.
Jika saja Jeffrey tidak mencoba menghubungi Saka, mungkin sampai saat ini dia tidak akan pernah tau jika Saka mengupload rekaman cctv milik Danish.
Jeffrey tidak sadar melihat respon Sandi dan Vanka saat melihat rekaman itu, terutama saat nanti rekaman itu di upload tanpa sensor.
"Jeff, lo lagi ngeliatin apa sih?" Jeffrey hanya menggelengkan kepalanya saat Mada, Savian dan Yuvan mendekatinya.
"Video apa itu?" Mada penasaran dengan video yang sedang di lihat oleh Jeffrey.
"Itu video yang lagi rame dari siang ini kan?" Jeffrey mengangguk.
"Kenapa lo liatin video itu terus sih Jeff?" Jeffrey menatap Yuvan lekat.
"Perhatiin ini cewek bang." Ketiga nya secara serempak memperhatikan perempuan yang di maksud Jeffrey pada video itu.
"Vanka?!" Jeffrey mengangguk saat Savian menyebut nama Vanka.
Brak
"Bang, lihat deh–" ucapan Wiya terhenti saat melihat Savian memegang ponsel milik Jeffrey.
"Kenapa Wi?" Wiya akhirnya menggeleng.
"Kita mau kasih tau soal video nya Vanka, tapi ternyata kalian sudah lihat." Kenzo menjawab pertanyaan Savian setelah menutup pintu kamar rawat Danish pelan.
"Gila tuh anak, bisa-bisa nya terlibat kasus pembunuhan." Jeffrey menatap semua anggota akrala bergantian hingga netranya jatuh pada Danish yang belum juga bangun.
"Bang." Semua anggota Akrala menoleh pada Jeffrey dengan tatapan bingung.
"Hm?"
"Kenapa?"
"Kalian inget malam dimana Danish nangis kan? Yang dia baru aja gue ajak ke bandung." Semua anggota Akrala mengangguk kecuali Savian dan Mada.
"Memang kenapa? Bukannya Danish udah bilang alasannya ya?" Jeffrey menghela nafas panjang.
"Video itu, alasan Danish nangis malam itu." Semua anggota Akrala terkejut mendengar ucapan Jeffrey.
"Apa maksud lo?"
"Korban yang di blur itu adalah sahabat Danish yang dia ceritakan waktu itu, dan yang mengupload video itu adalah Saka, sahabat Danish yang di bandung."
.
.
.
.
.
"Sialan, kenapa bisa kayak gini?" Sandi mengepalkan tangannya saat membaca banyak nya komentar jelek dan hinaan yang di tujukan untuk pelaku dalam video.
"Sialan! Sialan! Siapa yang sebenarnya menyebarkan video ini?!" Sandi kesal, namun dia tidak bisa melakukan apapun karena itu akan berpengaruh pada karir nya.
"Sejak kapan di kamar anak lemah itu ada cctv? Kalau gini bisa-bisa Vanka bakal nyebut nama gue!!" Sandi ingin sekali marah dan menghampiri Vanka, namun jika itu terjadi maka dia akan langsung di curigai.
"Untung saja di video itu semua di blur, apa dia punya dendam sama Vanka ya?" Sandi mengerutkan dahi nya saat menyadari tentang pemikirannya.
Cklek
"Sandi, ayo, kita harus ke perusahaan." Sandi buru-buru mematikan layar ponselnya dan segera beranjak.
"Tunggu sebentar bang."
Sedangkan di rumah sakit, Jeffrey dengan setia menunggu Danish untuk sadar, sudah berganti hari namun Danish masih betah dalam pejam nya.
"Kapan lo mau bangun Dan? Gak kangen sama gue?" Jeffrey menggenggam tangan Danish pelan.
"Eungh." Jeffrey langsung menoleh saat mendengar suara lenguhan Danish.
"Danish?" Jeffrey menghela nafas lega saat melihat Danish mengerjapkan matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akrala (Sudah Terbit)
FanfictionAgra tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, dia hanya pergi tidur setelah meminum obat tidur miliknya. Memutuskan melupakan sejenak masalah plagiat yang dilakukan oleh adik kembarnya sendiri. Tapi saat membuka mata, bukan kamar kost nya yang di liha...
