.
.
.
.
.
Wiya linglung saat mendapati dirinya bangun di ruang latihan yang berada di belakang asrama, terutama saat menyadari jika dia tengah telanjang.
"Sialan kenapa gue bisa ada disini?" Wiya memperhatikan sekeliling nya, berantakan. Pakaian yang dia kenakan semalam berserakan di beberapa sudut, bahkan Wiya menemukan ceceran sperma di sana.
"Gue habis ngewe ama siapa anjir?!" Wiya melebarkan matanya saat mengetahui jika di selangkangan nya juga terdapat bercak sperma.
Pemuda itu mencoba mengingat lagi apa yang terjadi semalam dan seberapa jauh yang dia lakukan.
"Shit!" Wiya memukul kepalanya saat bayangan Danish tengah menangis memenuhi pikirannya.
"Gue gak mungkin ngelakuin ini ke Danish kan?" Wiya mengenakan pakaiannya dengan cepat, dan segera membersihkan ruang latihan itu.
"Sialan sialan sialan, kenapa gue bisa mabuk semalam sih?!"
"Kalau sampai gue ngelakuin itu ke Danish, bisa habis gue!"
"Ya tuhan, semoga bukan Danish?!"
Wiya terus bergumam selama membersihkan ruang latihan, dia masih berharap jika dia melakukan dengan Yasa atau Kenzo, karena tidak mungkin dia menjadi dominan untuk Savian ataupun Yuvan.
"Bang Yasa ... berhenti...tolong..."
"Bang Yasa gue minta maaf kalau gue ada salah, tapi jangan lakuin itu ke gue."
"Bang Yasa...tolong..."
"Bang Yasa..."
"Aakkhhh..."
Wiya merasakan tubuhnya lemas saat ingatannya tentang permohonan Danish muncul di kepalanya, tangan pemuda itu gemetar saat mengingat bagaimana air mata terus saja turun dari mata indah Danish.
"Sialan!" Wiya mengacak rambutnya saat menyadari jika Danish lah yang menjadi korban kegilaannya semalam.
"Danish maafin gue."
.
.
.
.
.
"Ada yang lihat Danish sama Wiya?" Anggota Akrala yang lain langsung menggeleng, karena memang sejak semalam mereka tidak melihat dua orang itu.
"Wiya gak ada di asrama emang nya? Semalem gue anterin dia balik ke asrama kok." Mada menatap Kenzo juga Ersya lekat, namun keduanya kompak menggeleng.
"Gak ada, tadi pagi gue udah cek semua kamar dan semua kosong. Gak ada Wiya atau Danish di asrama." Jawaban Kenzo membuat Erhan, Firly juga anggota Akrala yang lain terdiam.
"Udah cek studio belum? Biasanya Danish ada disana kan?" Kenzo dan Ersya menggeleng.
"Gue tadi udah cek studio nya Danish tapi gak ada yang buka pintu pas gue ketuk bang." Erhan menghela nafas, mereka tidak tau pass dari kunci studio. Selain Danish, hanya Jeffrey yang tau soal itu.
"Kalau Wiya? Dia ada di studio gak?" Ersya menggeleng.
"Kayaknya semalam dia disana tapi pas gue cek tadi siang gak ada bang." Erhan kembali menghela nafas, mereka ada jadwal latihan pagi ini dan dua anggota mereka tidak ada di tempat. Pengecualian untuk Jeffrey yang memang tengah sibuk untuk syuting sebuah acara.
"Coba hubungi mereka." Kenzo dan Yuvan langsung mengeluarkan ponsel mereka dan menghubungi Danish juga Wiya.
"Percuma kalian hubungin nomor Danish, nomornya gak aktif sejak pagi tadi." Ucapan lirih Savian membuat yang lain menatap ke arah nya.
"Gue tadi pagi udah coba hubungin Danish, tapi cuma operator yang jawab."
.
.
.
.
.
Wiya berjalan perlahan memasuki asrama, seharian ini dia ada di rumah keluarga Mahesa, tujuannya hanya untuk menemui Danish. Tapi sayang pemuda itu tidak menghiraukan kedatangan Wiya, bahkan pengurus rumah mengatakan jika Danish tidak keluar kamar sama sekali sejak datang semalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akrala (Sudah Terbit)
FanfictionAgra tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, dia hanya pergi tidur setelah meminum obat tidur miliknya. Memutuskan melupakan sejenak masalah plagiat yang dilakukan oleh adik kembarnya sendiri. Tapi saat membuka mata, bukan kamar kost nya yang di liha...
