.
.
.
.
.
Danish menatap bingung pada Ersya yang masuk kedalam studionya, sejak kejadian dimana Danish mengatakan soal Kenzo, Ersya jadi sering menemuinya di studio.
Bruk
"Kenapa lagi?" Danish jadi bingung dengan Ersya yang tiba-tiba merebahkan dirinya di atas kasur yang ada di studio.
"Di dalem berisik banget, bang Sav sama Wiya lagi nyiapin makanan buat nanti." Danish mengernyit bingung saat mendengar ucapan Ersya.
"Hah? Emang mau ada apa? Mereka mau piknik?" Ersya justru menatap tidak percaya pada Danish.
"Lo gak liat grup ya? Ada pertemuan keluarga hari ini!" Danish menggeleng tanpa rasa bersalah, lagi pula dia yakin orang tua Danish asli tidak akan datang.
"Ya terus kenapa lo kesini sih bang Yaya?" Danish benar-benar di buat bingung oleh tingkah Ersya hari ini.
"Males disana, ntar gue di suruh bantuin sama bang Sav." Danish hanya bisa menggeleng heran, dia baru tau jika Ersya bisa bertingkah seperti ini.
"Ya udah diem aja gak usah ganggu gue." Ersya merengut saat Danish berkata seperti itu.
"Danish belum maafin gue ya?" Danish pura-pura tidak mendengar rengekan Ersya.
"Danish~" Danish memejamkan matanya saat kembali mendengar rengekan itu.
"Apa sih bang? Udah diem aja disana." Ersya bukannya diam di atas kasur justru menghampiri Danish yang duduk di kursi nya.
"Dan, orang tua lo dateng gak?" Danish mengedikan bahu nya.
"Emang lo pernah liat orang tua gue dateng selama ini bang?" Ersya menggeleng, selama tiga tahun ini orang tua Danish sama sekali tidak pernah datang jika ada pertemuan keluarga seperti ini, berbeda saat mereka belum debut dulu, hampir setiap bulan orang tua Danish akan datang ke asrama untuk menjenguk Janesh.
"Maaf Dan, maafin gue." Danish tersenyum tipis.
"Gak usah minta maaf lagi bang, gue tau lo benci gue karena cemburu." Ersya menunduk, dia tau dia memang tidak suka saat perusahaan meminta Danish menggantikan Janesh karena debut mereka tidak bisa di undur, di tambah lagi dengan Kenzo yang selalu mendekati Danish.
"Maaf, omongan gue pasti selalu bikin lo sakit hati selama ini." Danish akhirnya memutar kursi dan menghadap pada Ersya.
"Udah gue maafin bang, jangan minta maaf lagi."
Grep
Danish mendelik saat Ersya tiba-tiba memeluk tubuhnya, apa Ersya tidak tau jika Danish tidak suka di peluk.
"Ah bang Yaya, lepasin!"
.
.
.
.
.
Danish terkejut saat Kenzo mengatakan jika orang tua nya datang, padahal jelas sekali jika Danish tidak memberitahu mereka.
"Ya ampun Danish, mama kangen nak." Danish membalas pelukan sang mama pelan, meskipun dalam hatinya sedikit bingung oleh tingkah sang mama.
"Oh mama nya Danish apa kabar?" Rina, sang mama langsung melepaskan pelukan nya dari Danish saat ibu dari Savian bertanya.
"Oh saya baik mami Savian, ini saja kami baru pulang dari Australia."
Danish hanya menatap datar pada Kedua orang tua nya, ah lebih tepat nya orang tua Danish asli yang sudah sibuk berbincang dengan orang tua anggota yang lain.
Sebenarnya ini pertama kalinya Agra melihat pertemuan keluarga setelah berada di raga Danish, tidak ada ingatan apapun soal hal ini sebelumnya. Baru setelah Ersya mengatakan hal ini tadi, ingatan Danish tentang acara ini muncul dan itu membuat Agra sedikit kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akrala (Sudah Terbit)
FanfictionAgra tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, dia hanya pergi tidur setelah meminum obat tidur miliknya. Memutuskan melupakan sejenak masalah plagiat yang dilakukan oleh adik kembarnya sendiri. Tapi saat membuka mata, bukan kamar kost nya yang di liha...
