84. Savian punya Wiya!!

3K 264 13
                                        


.
.
.
.
.
Pagi ini asrama Akrala sudah sangat berisik karena mereka akan melakukan pemotretan untuk menjadi model di Himmel, secara pribadi Biya, sang pemilik ingin Akrala menjadi model nya untuk koleksi baru nya.

Tidak ada yang menolak karena mereka juga tau meskipun Biya adalah Riziend tapi Biya selalu profesional.

"Hari ini akan ada Sandi juga kan?" Erhan mengangguk saat Firly menanyakan hal itu.

Anggota Akrala yang mendengar nama Sandi di sebut jelas langsung memasang wajah datar.

"Tolong jangan terlalu jauh dari Danish nanti, kita belum tau motif Sandi atas tindakannya sebelum ini, juga kita tidak tau apa yang membuat Sandi membenci Danish, jadi tetap hati-hati dan selalu ada di dekat Danish." Anggota Akrala yang lain mengangguk.

"Wiya, kamu juga jangan jauh-jauh dari Savian. Karena biasanya Sandi akan terus mendekati Savian saat di lokasi." Ekspresi Wiya langsung berubah masam, dia tidak suka miliknya di dekati orang.

"Bang Erhan tenang aja, dia gak bakal bisa deketin bang Sav nanti." Erhan, Firly dan anggota Akrala minus Danish, Jeffrey dan Savian langsung tersenyum.

"Okey semua aman berarti ya, ayo berangkat. Oh iya Wiya, panggil Savian, Kenzo kamu panggil Danish sama Jeffrey." Wiya dan Kenzo yang namanya di sebut langsung melakukan perintah Erhan.

Wiya menuju kamar Savian, sedangkan Kenzo menuju ke arab studio Danish, karena seingatnya tadi Danish pamit mengambil barang nya yang tertinggal di studio.

"Danish udah milih Jeffrey, semoga lo cepet buka hati lo buat bang Sav ya Wi, bang Sav gak pantes kalau terus tersakiti karena perasaan lo yang tetap fokus ke Danish."
.
.
.
.
.
"Danish, pihak keluarga pelaku yang kamu laporkan itu ingin bertemu, mereka meminta masalah ini di bicarakan baik-baik dan di selesaikan dengan cara kekeluargaan." Danish yang sedang menyandarkan kepalanya pada Jeffrey langsung mendelik kesal.

"Kekeluargaan bang? Mereka gak salah?" Erhan melirik melalui spion tengah agar bisa melihat Danish yang duduk di tengah.

"Ya, kemarin ayah dari pelaku menghubungi saya, bagaimana?" Danish mengepalkan tangannya, dia kesal saat ini. Pemuda itu jelas paham jika mereka akan menggunakan uang untuk membuat mya tutup mulut dan mencabut laporan nya.

"Gak mau, memang mereka siapa? Saya gak mau di selesaikan secara kekeluargaan, mereka saja bukan keluarga saya." Jeffrey yang duduk di sebelah Danish langsung mengelus tangan pemuda mungil itu.

"Jika mereka menghubungi lagi, tolong katakan jika saya menolak bertemu mereka di luar pengadilan. Dan jika mereka mengancam dengan uang, katakan jika saya tidak butuh uang mereka!" Erhan hanya mengangguk, sebenarnya dia sudah menolak namun dia ingin melihat reaksi Danish.

"Baiklah, sekarang tenangkan diri kamu terlebih dahulu. Berita itu sudah tersebar luas, dan kamu harus tetap hati-hati Danish, apa lagi gadis itu teman nya Sandi." Danish hanya mengangguk.

"Tenang saja bang, Sandi tidak akan bisa macam-macam dengan saya, kalau pun dia nekat maka dia hanya akan mempercepat kehancurannya."
.
.
.
.
.
Kehadiran Akrala di gedung Himmel membuat para staff tersenyum, karena jujur saja Akrala tidak sering menerima tawaran sebagai model seperti ini kecuali Savian.

Bahkan Danish saja hanya akan menerima tawaran model jika ada Sandi dan Savian, selebihnya pemuda itu pasti menolak.

Anggota Akrala sendiri langsung diarahkan keruang tunggu mereka, bersebelahan dengan ruang tunggu Sandi.

"Bang Sav, jangan deket-deket Sandi." Savian yang mendengar ucapan Wiya hanya tersenyum dan mengangguk.

"Ngapain juga gue deket-deket sama dia, selama ini gue selalu jaga jarak, cuma dia nya aja yang gak paham-paham." Wiya tersenyum saat mendengar jawaban Savian.

Akrala (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang