51. Berantakan

4.9K 370 15
                                        


.
.
.
.
.
Mada menggelengkan kepalanya saat melihat ruang keluarga yang berantakan, beruntung mereka sudah selesai saat dirinya kembali ke asrama.

"Yuvan, pindah ke kamar sana." Mada menepuk lengan Yuvan beberapa kali.

Sret

Mada terkejut saat Yuvan menarik tangannya, membuat tubuhnya jatuh menindih tubuh Yuvan.

Plak

"Lepasin!" Yuvan terpaksa membuka matanya saat Mada menampar pipi nya.

"Sakit loh Da." Mada mendelik sambil bangkit dari atas tubuh Yuvan.

"Pindah ke kamar sana sat, gue mau beresin kekacauan kalian!" Yuvan mengulas senyum saat Mada mengomel sambil mulai membereskan botol-botol yang berserakan.

"Lo gak mau main sama gue juga Da?" Mada mendelik.

"Gue ingetin kalau lo lupa ya Yuvan, gue gak mau main sama lo kalau lo habis main sama yang lain." Yuvan hanya mengangguk.

"Lo beresin botol sama piring bekas cemilan kita aja, yang lain biar gue yang beresin." Mada mengangguk acuh, lagi pula niatnya memang seperti itu tadi.

"Danish gimana?"

"Tidur, ditemenin Jeffrey di studio." Yuvan mengangguk, tapi netranya tidak pernah lepas dari Mada yang sibuk membereskan bungkus cemilan.

"Kalau udah lo tidur aja Da, biar gue yang bersihin semuanya." Mada menggeleng, mana tega dia membiarkan Yuvan membersihkan semuanya sendiri.

"Udah mending lo diem dan cepet beresin Yuvan, jangan sampe nih botol gue lempar ke kepala lo!" Yuvan diam, dia sedikit ngeri saat melihat wajah kesal Mada.

"Lo serem kalau gitu bae, sabar dong."
.
.
.
.
.
Danish menatap bingung pada Wiya dan Ersya yang terlihat lemas saat mereka keluar kamar, padahal seingatnya kedua orang itu baik-baik saja semalam.

"Bang Dabi, bang Yaya sama bang Yasa kenapa? Sakit?" Mada yang memang ada duduk di sebelah Danish hanya menggeleng.

"Mungkin efek mabuk semalem cil, lo tau sendiri mereka pesta sampe dini hari." Danish hanya mengangguk paham dan kembali fokus pada anime yang tengah di tonton nya, ya meskipun sebenarnya dia tidak mengerti apa yang tengah dia tonton, dia hanya mengikuti ajakan Mada.

"Eh bang, bang Yasa tidur di kamar gue sama bang Savi ya?" Mada mengangguk kecil.

"Udah cil, liat aja itu anime nya. Paling juga Wiya salah masuk kamar karena mabuk." Danish kembali mengangguk.

"Danish~" Danish mengerjap saat Ersya mendekatinya dan duduk di sebelahnya.

"Bang Yaya kenapa? Masih mabuk?" Ersya menggeleng.

"Gue gak mabuk Dan, tapi lemes, sakit badan gue." Danish mengerjap dan menatap Ersya khawatir.

"Bang Yaya kenapa? Sakit? Perlu gue panggilin bang Firly gak?" Ersya langsung menggeleng, bisa habis mereka jika sampai Firly atau Erhan tau kelakuan mereka semalam.

"Gak perlu Dan, peluk gue aja biar gue cepet seger." Ersya membuka tangannya meminta Danish untuk memeluknya.

"Gak mau bang, bang Yaya bau belum mandi. Mana baunya aneh lagi." Danish menggeleng dan semakin mendekat pada Mada. Ersya yang mendengar ucapan Danish langsung mencium tubuhnya sendiri, dan benar saja masih ada bau sperma di tubuhnya.

"Habis gue mandi peluk gue ya?" Danish hanya mengangguk kecil.

"Bang Dabi mereka semalem habis ngapain sih? Baunya bang Yaya aneh banget." Mada hanya menghela nafas panjang, dia ingin menjawab tapi takut di geplak oleh Yuvan atau Savian kalau mereka tau.

Akrala (Sudah Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang