108. rambut asli Leamona

27 5 1
                                        

DASAR KAU BAJINGAN, MENGAPA KAU TAK MATI SAJA SEPERTI IBUMU"teriak Heront keras.

Suara keras itu langsung mengundang orang orang itu datang.
Langkah kaki demi langkah kaki terdengar kian mendekat dari arah lorong di luar pintu.

Heront menggepalkan tinjunya lalu berlari keara karllan yang hanya berdiri.
"Maafkan aku adikku"ucap Heront mengangkat tinjunya sembari tersenyum manis.
"Tolong kondisikan ekpresi wajahmu sebelum meminta maaf padaku, kakak "ucap karllan ikut tersenyum.

Lalu bruk
Pukulan keras itu menghantam pipi kanan karllan dengan begitu cepat.
Karllan terjatuh sampai membentur lantai, dan disana heront duduk di atas perutnya.
"Hei jangan terlalu menekan perutku"bisik karllan
"Maaf, aku tidak sengaja"bisik Heront yang bertubuh lebih kecil dari karllan itu sedikit berjinjit.

"KAU BAJINGAN SIALAN"teriak Heront keras sembari mengangkat tinjunya.
Namun tinju itu mendarat di samping kepala karllan.
Brak pintu terbuka lebar.
Bersamaan beberapa maid yang tampak terkejut, disana juga berdiri seorang gadis berambut perak yang memakai gaun indah berwarna blue ocean dengan pita-pita berwarna putih yang menghiasi gaunnya.

Aur mata perlahan menetes dan mengalir sampai menyentuh hidung karllan.
Karllan menatap mata hitam pekat yang familiar tsb. Kedua tangan Heront tepat mencengkram kerah baju karllan dengan erat.
"Bukankah kau sudah berjanji untuk melindungi anakku?"ucap Heront menatap karllan.

Bibir karllan masih bungkam.
Lalu matanya tertuju pada gadis berambut perak yang nasih berdiri mematung tanpa sedikitpun tergoyahkan dari tempatnya.
"Tapi... Mengapa, karllan. Mengapa kau melakukan itu pada anakku!"ucap Heront terus mencengkram kerah pakaian karllan.
Perlahan karllan mencengkram kedua pundak Heront.
"CUKUP KARLLAN"teriak karllan keras.

Mendengar teriakan keras karllan, suara bisik bisik mulai terdengar dia antara para pelayan.
Mata para pelayan tampak menghitam menatap 2 pria yang sedang saling berteriak dan menundukkan tsb.

Sorot mata mereka hanya tertuju kepada dua pria dewasa yang saling memanggil nama mereka.
"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN DISINI"tiba tiba teriakan Louis memecah suara bisik bisik itu.
"APA KALIAN TIDAK MELIHAT KONDISI TUAN KALIAN?, ALIH ALIH MEMBANTU ATAU MELERAI KALIAN HANYA BERDIAM DIRI DENGAN KATA-KATA TAK TAK SOPAN YANG MENGALIR DARI MULUT KALIAN"ucap Louise yang masih menggenggam nampan berisi teko.
Dia berjalan melewati kerumunan para pelayan yang berdiri di ambang pintu setinggi 3 meter tersebut.

"Louise, perintahkan kepada pelayan untuk enyah dari sini"ucap karllan menatap Louise yang berdiri di ambang pintu.
"Baik tuan"jawab Louise sedikit menunduk.
"Louise ku harap kau tak mengecewakan ku "ucap karllan menatap pria berambut coklat daun kering itu.
"Saya mengerti tuan"ucap Louise beranjak pergi sembari membawa 6 pelayan wanita dan 2 pelayan laki laki yang mengamati dari tadi.

Hanya tersisa seorang gadis berambut perak yang tetap berdiri di tempat yang sama tanpa bergeming sedikitpun.
Mata karllan kini beralih kepada gadis itu, mata zamrud gadis itu tampak bergetar.
"Leamona, kemari la dan peluk ayahmu"ucap karllan kepada Leamona.

Leamona yang sedari cuma berdiri di ambang pintu kini mulai mendekat, ia menutup pintu yang awalnya terbuka lebar.
Heront melepaskan cengkraman tangannya dari kerah pakaian karllan, ia bangkit dari posisi jongkok dan mengambil posisi berdiri.

Heront melangkah mendekat keara gadis berambut perak indah tsb, cahaya matahari yang bersinar terang masuk menerobos dari arah jendela yang pecah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 2 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Pembalasanku (Harem BL)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang