BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
BACA⚠: Mau ingetin, sebelum baca part baru, lebih baik cek part yang sebelumnya dulu. Soalnya setiap part saling berhubungan dan kalau kalian terlewati 1 part saja itu akan memepengaruhi jalan cerita dan bakal bingung. Kemarin, beberapa pembaca ada yang komen partnya hilang. Misal, dari part 91 langsung ke part 94. Itu artinya part 92 dan 93 gak ada. Aku gak pernah privat cerita ini, jadi kalau masalah ini sering terjadi sama kalian, silahkan hapus dulu cerita ini di perpustakaan kalian, kemudian tambahkan lagi. Biasanya setelah itu part langsung lengkap. Dan ini juga berlaku untuk yang partnya sering error (kepotong di tengah-tengah, blum dapat notif sampai berjam-jam, dan banyak simbol2 gak jelas muncul di part baru dan tulisan berantakan). Wp emng sering banget error, jadi aku saranin kalian untuk ngelakuin hal di atas. Udah ya. Yuk lanjut baca.
Happy Reading 💙
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Am I out of my head? Am I out of my mind? If you only knew the bad things I like Don't think that I can explain it What can I say, it's complicated Don't matter what you say Don't matter what you do I only wanna do bad things to you So good, that you can't explain it What can I say, it's complicated
Play The Mulmed👆: Bad Things Machine Gun Kelly ft. Camilla Cabello
⬇⬇⬇
"Boody, mengapa tubuhmu semakin gendut saja? Kau jadi lebih berat." Kataku saat menggendong Boody masuk ke dalam rumah Leo. Aku meletakannya di dapur, di depan piringnya yang sudah terisi makanan
Boody menggonggong menyahuti ucapanku. Dia lalu menunduk ke arah piring, mulai memakan makanannya.
Leo datang dari arah belakang, memelukku dan mencium leherku lembut sebelum berbicara, "Bagaimana tidak gendut? Kau terlalu memanjakannya dan jarang membawanya olahraga. Dia kelebihan lemak."
Bibirku mengerucut ke bawah, kepalaku sedikit mendongak menatap wajah Leo di leherku kiriku. "Apa itu buruk untuknya?"
Leo terkekeh dan menarik hidungku gemas, "Tidak. Aku hanya bercanda. Itu justru bagus jika tubuhnya semakin besar, tandanya dia sehat."
Aku mengangguk. Leo lalu melepaskan tangannya di pinggangku dan berjalan ke sofa depan televisi yang menyala. Aku menyusulnya dan duduk di sampingnya.
"Leo?" Panggilku, sembari menarik lengan kiri Leo dan memeluknya.
"Hm?" dia menyahut. Pandangannya tak teralihkan dari siaran televisi Netflix yang ada di depan kami. Tangan kanannya memegang remot untuk memilih-milih tayangan yang bagus.
"Apa kau tidak memiliki rencana untuk melakukan sesuatu?"
"Maksudnya?" kali ini dia menatapku.
"Ini sudah sore, sebentar lagi malam dan pergantian tahun. Aku ingin..."