BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Play The Mulmed👆: Toxic - Sofia Karlberg (Britney Spears Cover)
⬇⬇⬇
Memasuki pertengahan bulan Desember adalah suasana yang selalu aku nantikan karena tak lepas dari musim dingin. Dan hari ini, adalah salju pertama yang turun di Chicaco. Setiap orang berpakaian tebal, membungkus tubuh mereka sehangat mungkin saat menelusri jalan raya, tak terkecuali aku dan Ayah yang kini dalam perjalanan menuju sekolah. Tapi berbeda denganku, Ayah tidak begitu menyukai salju, katanya jalan akan menjadi licin dan jika terjadi badai, maka aktivitas orang-orang akan terhenti.
"Sampai jumpa pulang sekolah nanti, sugar." Kata Ayah, dia memakaikan syal tebal berwarna merah di leherku sebelum aku turun. "Belajar yang baik." Lanjutnya, setelah syal itu melingkar di leherku dan tak lupa mencium pucuk kepalaku.
"See you Daddy." Sahutku tersenyum kemudian turun dari dalam mobil.
Aku berjalan melewati koridor menuju kelas. Tanganku terlipat di depan dada untuk mengurangi rasa dingin yang mencekam kulit. Ketika aku ingin membuka lokerku, pandanganku tanpa sadar tertuju pada dua pasangan yang sedang bercumbu mesra tak jauh dari arahku berdiri.
Pria berjaket kulit itu memerangkap gadis berambut hitam itu di dinding, bibir sang pria menjelajah ke leher wanita itu dan tangannya bermain di bagian bokong dan dada. Tanganku tanpa sadar terkepal kuat ketika aku menyadari kalau pria itu memakai headband begitu dia mengangkat kepala.
Itu Leo, bersama dengan wanita acaknya yang ke sekian. Bercumbu di depan umum.
Terhitung sudah 3 minggu sejak terakhir kali kami berkelahi di gudang, dan selama itu pula dia semakin bertingkah. Ini adalah rekor terlama aku tidak berbicara dengannya. Tidak hanya make out dengan gadis-gadis acak, dia juga sering memukul orang tanpa alasan yang jelas. Bahkan hanya sekedar menghalangi jalannya, dia akan menghabisi orang itu. Ya, dia memang gila!
Ketika kegiatan mereka selesai, wanita itu tersenyum puas, memoles bibirnya yang terdapat bekas saliva Leo dan melangkah pergi. Leo memutar tubuhnya menghadapku, dan dalam hitungan detik mata kami bertemu. Aku benci mengakui ini, tapi wajahnya masih sama seperti terakhir kali aku menatapnya, tampan. Hanya saja aku merasa lingkaran hitam di bawah matanya semakin gelap, mata tajamnya merah, rambutnya lebih panjang dari sebelumnya, dan berat badannya seperti berkurang, karena tulang pipinya lebih menonjol. Aku penasaran, bagaimana caranya melalui 3 minggu ini tanpaku. Apa dia memikirkanku? Oh Anna, hentikan! Dia tidak peduli.
Dan benar saja, dia langsung membuang muka dari pandanganku! Dan melewatiku begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. Dia benar-benar menganggapku seperti angin lewat.
Tapi tenang saja, aku sudah terbiasa dengan sikapnya. 1 minggu setelah kami berpisah memang hari terburukku. Aku masih memikirkannya dan sering menangis di dalam kamar mandi, aku masih mengkhawatirkannya karena takut dia akan melakukan tindakan bodoh, bahkan aku masih membuka jendela kamarku, berharap dia akan masuk dari sana dan meminta maaf, lalu kami akan memperbaiki hubungan kami dan menganggap semuanya baik-baik saja, tapi harapan itu sirna saat aku melihat Leo membawa Krystal pulang ke rumahnya, dan saat itu aku tidak berburuk sangka karena aku melihat secara langsung Leo membuka baju Krystal di dalam kamar lantai 2, dan kejadian itu sama persis saat pertama kali aku melihat mereka bercinta.