106

307K 11.9K 6.7K
                                        

⚠WARNING!!! ⚠
yang gak suka adegan vulgar, bisa skip beberapa bagian ke bawah sampai kalian temukan tulisan "SWITCHOVER". Mulai dari situ, adegannya udah aman. Tapi jika kalian masih tetep kukuh pen baca, yaudah, jangan ngeluh dan tanggung sendiri.
Ingat, hal berikut JANGAN PERNAH DICONTOH!!!

No need to imagine'Cause I know it's trueThey say "all good boys go to heaven"But bad boys bring heaven to youIt's automaticIt's just what they doThey say "all good boys go to heaven"But bad boys bring heaven to you

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

No need to imagine
'Cause I know it's true
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring heaven to you
It's automatic
It's just what they do
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring heaven to you

Play The Mulmed👆: Heaven-Julia Michaels

⬇⬇⬇

Leo menurunkan tubuhku pelan-pelan saat kami akhirnya sampai di dalam kamar mandi, tepat dibawah shower yang belum menyala. Ada sensasi aneh menyerang bawah perutku ketika kaki telanjangku menapak pada lantai dingin yang lembab, seperti kupu-kupu yang meminta untuk dibebaskan. Jantungku bahkan tidak bisa menyesuaikan tempo gerakannya, ia berdetak hebat karena sengatan listrik menjalar di seluruh tubuhku yang menyala.

Senyum tipis Leo terbentuk pada wajah tampannya, tangan kanannya terangkat menyentuh lembut bibir bawahku, "Kau gugup?" intonasinya begitu rendah membuatku berpikir bahwa dia sangat sexy.

*adegan disensor*

Aku terdiam untuk sesaat. Menimang-nimang apakah aku akan memberikan diriku padanya malam ini atau nanti. Tapi... Apalagi yang harus dikhawatirkan? Leo milikku dan aku miliknya. Okay, masalah kami mungkin akan selalu ada, tetapi aku percaya kami akan mencari solusi. Yang penting adalah kami tidak saling meninggalkan. Ya, Leo tidak akan meninggalkanku, bukan?

*disensor*

Leo menatapku dengan napas memburu, lalu dengan gerakan cepat dia menarik kepalaku dan membawaku ke dadanya.

"Thank you.." dia berbisik ke telingaku dengan serak. Suaranya sedikit bergetar.

Air lagi-lagi meluncur dari mataku, "I love you, Leo..." Aku akhirnya menemukan kembali suaraku yang sempat tertahan.

"I love you more." Balasnya cepat. Aku bisa merasakan napasnya menyentuh permukaan kulit wajahku. "Aku buruk Anna. Aku benar-benar buruk untukmu. Tapi aku mencintaimu, dan itu tanpa keraguan. Aku mungkin rumit, aku selalu menyiksamu, tapi jika suatu saat aku berkata tidak mencintaimu, jangan percaya. Itu adalah kebohongan terbesarku. Karena selamanya, aku akan mencintaimu. Kau milikku... milikku."

Dia memelukku begitu kuat. Dan aku mengangguk dibalik dada bidangnya. Aku percaya pada setiap ucapan yang Leo katakan. Beberapa detik kemudian, kami terdiam. Tenggelam pada perasaan bahagia masing-masing sampai akhirnya kami tertidur karena lelah.

SWITCHOVER (Book I)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang