BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I knew I loved you then But you'd never know 'Cause I played it cool when I was scared of letting go I know I needed you But I never showed But I wanna stay with you until we're grey and old Just say you won't let go
Play The Mulmed👆: Say You Won't Let Go - James Arthur ⬇⬇⬇
"Aku mencintaimu, Anna..."
"Stop Leo, Stop!!" Detik itu juga aku aku menutup telinga dan berbalik badan meneriakinya. Suaranya benar-benar memuakkan. "Berhenti membohongiku! Berhenti mempermainkanku!"
"AKU TIDAK MEMPERMAINKANMU!!!" Dia balas berteriak lebih kencang, matanya merah menyala dan suaranya menggema di lorong belakang sekolah yang cukup sepi. "Aku tidak pernah mempermainkanmu Anna, dan kau tau itu!"
"Sialan! Kau mengatakan itu karena kau ingin manarik simpatiku lagi, agar aku berpaling padamu, memeluk tubuhmu dan jatuh pada permainanmu lagi. Tapi kau tau Leo? Tidak! Aku tidak akan masuk pada perangkapmu, bahkan jika kau mengatakan mencintaiku!!"
Tangan Leo mengepal kuat dengan gigi yang terpaut rapat. Dari jarak kami berdiri aku bisa melihat ia menahan emosinya sekuat tenaga.
"Kau tau Anna, jika aku ingin membalas dendamku pada Ayahmu, aku sudah melakukannya sejak dulu. Aku sudah merenggut haraga dirimu sejak kita pergi ke hutan pertama kali. Tapi ya, aku tidak melakukannya, karena kau berhasil menyentuh sisi sensitif di dalam diriku yang tidak ingin aku perlihatkan pada siapapun di dunia ini."
"Kebohongan apa lagi ini?" Kataku tajam.
"Ini bukan kebohongan. Ini yang sebenarnya." Kata Leo, ia mengangkat dagu sebelum bercerita, dan aku bisa melihat urat di lehernya yang timbul akibat emosi yang tertahan. "Aku memang berniat menghancurkanmu karena aku membenci Ayah sialanmu, aku menceritakan rencana itu di depan anggota gengku... Setelah itu, aku menyusun semuanya. Aku sengaja mengajakmu ke hutan waktu itu dengan alasan berburu, agar aku bisa merenggut harga dirimu ketika malam tiba."
"Kau berniat memperkosaku waktu itu?" aku bertanya dengan mata melebar.
"Ya." Jawabnya cepat.
Aku menutup mulut dan membalalak tak percaya. "Kau berniat merenggut harga diriku dengan paksa?! Astaga! Apa kau psikopat atau semacamnya?!"
"Tapi aku tidak melakukannya. Okay?!" Dia berkata lagi dengan berteriak.
Aku terdiam dan mengendalikan detak jantungku, aku tidak sanggup mendengar ucapannya, tapi aku ingin tahu apa yang ingin dia katakan.
"Kau adalah wanita paling menyebalkan dan keras kepala yang pernah aku temui. Aku tidak pernah melihatmu ketakutan selain marah-marah dan menentangku." Ucap Leo ada jeda, "Tapi malam itu, hujan turun dan petir datang, kemudian kau langsung memelukku dengan tangan bergetar dan menangis di tengah hutan. Aku tau ini konyol, tapi saat itu lah kau berhasil menyentuh sisi sensitifku dan membuatku membuang jauh-jauh rencana burukku untukmu. Lalu ketika aku membawamu ke rumah pohon, Aku berusaha sekuat tenaga melawan dirikiku sendiri untuk tidak menyentuhmu. Namun saat itu, kau menciumku lebih dulu. Aku sempat berpikir untuk mengambil harga dirimu lagi, tetapi aku tetap tidak melakukannya karena aku tidak bisa melihatmu menangis ketakutan."