079

205K 9.7K 2.3K
                                    

Almost thought we could've been somethingAlmost thought we could have tried, butIt didn't happen so I need you to get out my life

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Almost thought we could've been something
Almost thought we could have tried, but
It didn't happen so I need you to get out my life

Play the mulmed👆: That's us - Anson Seabra

⬇⬇⬇


Ceklek!

Aku dan Leo terpaku, saling memandang satu sama lain ketika mendengar pintu rumah terbuka saat kami masih berada di dalam kamar. Yang menandakan tamu itu telah masuk tanpa izin Leo.

"Gray?!" Orang itu memanggil dengan suara keras dan tegas.

Sejauh yang aku tahu, hanya ada satu orang yang akan memanggil Leo dengan nama Gray.

"Fuck! Itu Ayahku." Kata Leo meremas kepalanya. Ekspresinya seketika berubah geram. "Sialan, untuk apa dia ke sini?" Leo segera bergerak turun dari kasur, mengambil celananya di lantai dan memakaianya. "Pakai bajumu Anna."

Tanpa komentar, aku langsung memakai bajuku detik itu juga. Ini sangat canggung dan aku tidak tahu bagaimana harus bersikap. Aku dan Leo baru saja hampir berhubungan sex dan sekarang Ayahnya datang tiba-tiba. Aku tau bagaima reaksi Leo ketika bertemu Ayahnya. Aku hanya berharap diantara mereka berdua tidak ada yang memulai pertengkaran. Aku dan Leo baik-baik saja sejauh ini dan aku tidak ingin merusak momen kami.

"Leo-" Aku mendekat memanggilnya saat ia ingin keluar dari dalam kamar, tapi dia langsung mengangkat tangan untuk memberhentikan langkahku.

"Diam di sini. Jangan keluar." Titahnya.

Walaupun Leo tidak menunjukkannya secara langsung, tapi aku tau dia sedang menahan kekesalannya saat ini. Dan aku tidak ingin itu meledak. Aku hanya bisa pasrah, duduk di atas kasur melihatnya keluar dan menutup pintu kamar.

"Harus berapa kali aku mengusirmu agar kau tidak pernah lagi datang ke rumahku?" Dari dalam kamar aku mendengar teriakan Leo. Aku tidak percaya dia berbicara seperti itu pada Ayahnya.

"Jaga sikapmu. Kau tau sedang berbicara dengan siapa." Ayah Leo menyahut, terdengar tegas dan berani.

"Tentu saja aku tau kau siapa. Kau adalah Alexander Smith, agen FBI brengsek yang kurang beruntung memiliki anak anggota geng." Nada Suara Leo penuh nada olokan dan sindiran. Aku menggigit jariku gelisah di dalam kamar. Ini tidak akan berjalan baik. Mengapa dia tdak bisa menjaga ucapannya sedikit saja?

"Kau mungkin harus kembali ke Sekolah Dasar untuk belajar sopan santun." Ayahnya memperingati, terdengar mulai kesal.

Leo tertawa, "Sebelum kau memperingatiku, sebaiknya kau memperingati dirimu sendiri. Kau masuk ke rumahku tanpa permisi."

"Ini rumahku juga!" Ayahnya membentak.

"No! Ini rumah ibuku! Dan kau tidak berhak ada di sini. So, get the hell out of my fucking house!!" Ketika kalimat itu keluar, suara pukulan seketika muncul. Mr. Smith memukul Leo cukup keras terdengar dari dalam kamar.

SWITCHOVER (Book I)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang