BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Playlist: Lewis Capaldi - Before You Go
⬇⬇⬇
Previously on Switchover...
Aku nyaris tidak bisa bernapas mendengar penjelasannya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Dylan menyusun rencana sekeji ini? Dia melakukan segala cara hanya untuk membalas dendam pada Leo, bahkan jika itu harus menghabisi nayawa orang lain. Dan yang membuatku tak habis pikir adalah dia tidak merasa bersalah sama sekali. Nyawa Eros mati di tangannya dan itu tidak membebaninya.
"Rencana B-mu adalah memasukkan Krystal ke penjara?" Tanyaku takut-takut. Kedua tanganku yang terikat mengepal kuat.
Dylan menggeleng, "Bukan, aku tahu Krystal akan bebas karena di senjata itu tidak ada sidik jarinya."
"Lalu?"
"Rencana B-ku adalah ini," Dia menunjuk tubuhku, "Memisahkanmu dari Leo. Aku tahu Anna, tidak peduli seberapa kacaunya Leo, seberapa buruknya dia untukmu, seberapa toxic hubungan kalian, kau akan tetap mencintainya. Maka dari itu, satu-satunya cara untuk memisahkan kalian adalah dengan membawamu ke tempat dimana dia tidak bisa menemuimu. Kita berdua akan meninggalkan kota ini."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku menggeleng dengan wajah pucat pasi dan mata terbuka lebar. "Tidak! Kau tidak bisa melakukan itu. Kau gila Dylan! Kau gila!"
Aku ingin memukul wajahnya dan menendang tubuhnya, tapi aku tidak bisa. Kedua tangan dan kakiku terikat kuat. Dia sengaja melakukan ini agar aku tidak melarikan diri.
"Kau menyimpan semua rahasiaku. Dan aku tidak ingin kehilanganmu seperti aku kehilangan Irene." Katanya, sorot matanya berubah tajam, "aku tidak akan melepaskanmu, Anna."
Detik itu juga Dylan mengangkat tubuhku dari kasur.
"Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan! Kau tidak bisa melakukan ini, Dylan! Kau Gila!" Aku berteriak keras, bergerak memberontak, tidak peduli jika aku akan jatuh dari gendongannya. Tapi gerakan itu tidak cukup kuat untuk menghentikan langkah Dylan. Dia terus membawaku sampai ke mobilnya yang terparkir di depan rumah kumuh itu.