BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
Karena banyak yang tanya, okay. Akan aku jawab lagi. Jadi, cerita ini akan tamat di part 111 (Seratus sebelas). Jadi masih ada 10 part untuk menuju ending.
Siap-siap, di part ini ada kejutan :*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Even when it's cold, you know I'll be there No matter where we go, you know I'm right here I'm holding onto you with all my feelings, without you Whenever it gets gray, you know I'll be there And every day I pray, that I'll be right here There's nothing more to say, except, I'll be there, next to you
Play The Mulmed👆: I'll Be Alright - Christopher bensinger
⬇⬇⬇
Waktu menunjukkan pukul 9 malam saat Leo membelah jalan sunyi menuju perbatasan. Aku masih sedikit shock atas kejadian di markas tadi. Aku tidak tahu apa jadinya jika Jacob berhasil mengiris leherku. Tapi untunglah aku sudah lebih baik saat ini. Leo ada di sampingku dan itu sudah cukup untuk membuatku merasa aman.
Kami bertiga duduk di dalam mobil. Marcus dan Isaac menyusul dari arah belakang kendaraan kami. Marcus membawa motornya sendiri sementara Isaac membawakan motor Leo. Karena pada dasarnya mobil yang sedang Leo bawa saat ini adalah mobil salah satu anggota Cerberus yang tadi aku ambil secara paksa di markas Cerberus. Dan Leo akan menyerahkan mobil ini bersama dengan Eros yang tengah duduk lemah di jok penumpang belakang. Sedari tadi pria itu meringis kesakitan memegang tubuhnya, terutama di bagian perut.
"Apa yang kau lakukan padanya, Leo?" Aku memberanikan diri untuk bertanya. Mataku mengintip ke arah jok belakang, melihat kondisi mengenaskan pria itu yang tengah berbaring.
"Hanya memberikannya sedikit pelajaran." Kata Leo santai. Tangannya memegang setir dan pandangannya tak lepas dari jalanan di depan kami.
"Sedikit bukan gambaran dari seseorang yang tengah menahan pedih. Kau pasti melakukan sesuatu padanya."
"Bisakah kau diam? Aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu saat ini. Dan jangan sekali saja membela anggota Cerberus di depanku."
"Aku tidak membelanya. Aku sedang bertanya."
"Bertanya berarti kau prihatin. Dan itu menunjukkan bahwa kau peduli padanya."
Aku menghela napas. Berbicara dengan Leo dalam keadaan seperti ini bukan ide yang bagus. Dia tidak bisa mengendalikan ucapan tajamnya. Tapi aku juga tidak bisa berdiam diri melihat kondisi Eros yang mengenaskan. Pasti ada sesuatu pada tubuhnya yang tidak aku lihat karena tertutupi oleh baju dan jaket merah itu.
"Kau melukai tubuhnya?" Tanyaku lagi. Masih belum menyerah mendapatkan jawaban pasti dari Leo.