BAB MASIH LENGKAP
Dark Young Adult (18+)
Setelah Ibunya memutuskan untuk menikah lagi bersama pria lain yang memiliki dua anak remaja. Naomi memutuskan untuk pindah ke Chicago dan tinggal bersama Ayahnya. Karena Naomi tidak suka hidup bersama saudar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⬇⬇⬇
Hari sudah sore. Aku berjalan di koridor sekolah dengan beberapa siswa yang sedang menenteng tas, berniat untuk pulang ke rumah masing-masing. Kecuali Steven dan teman-teman club-nya, mereka masih stay di laboratorium robotik karena proyek mereka belum selesai.
Hari ini cukup menyebalkan, selain karena banyak guru di kelas yang tidak masuk--karena rapat, juga karena peristiwa di belakang sekolah bersama Leo. Bayangkan. Dua kali dia menciumku. Dua kali! Dia pikir siapa aku ini? Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiram pria jahat-misterius-gila-kasar itu, yang jelas, apapun yang ada di dalam otaknya, aku yakin itu hal yang akan merugikanku.
"Aku tidak suka diusik, tapi kau selalu berada di dekatku dan membuatku ingin melakukan hal-hal jahat padamu! Maka jangan salahkan aku jika melakukannya."
Itu adalah kalimatnya yang aku ingat sampai detik ini. Dia ingin melakukan hal-hal jahat padaku.
Leo salah kalau tujuannya berkata seperti itu adalah untuk menakut-nakutiku. Justru karena dia mengatakan itu, membuatku semakin yakin untuk bergabung di club majalah sekolah dan menuliskan banyak berita tentangnya. Dan ya, sepertinya Leo tidak tahu tentang aku yang menjadi anggota baru club majalah, karena saat ia menarikku ke belakang sekolah, dia tidak menyinggung tentang hal itu.
Ponsel di dalam tasku berbunyi, langkahku yang masih berada di lorong sekolah kontan berhenti. Aku membuka ransel tas dan mengambil benda pipih itu kemudian menjawab panggilannya. Ayah yang menelpon.
"Hallo Dad?" sapaku meletakkan ponsel di telinga setelah menekan tombol hijau.
"Halo Naomi? Kau dimana? Sudah pulang sekolah?" Tanya Ayah di seberang sana.
Aku mengangguk walaupun aku tahu ayah tidak dapat melihatku. "Ya. Ini aku sedang berjalan di lorong. Apa Daddy sudah sampai?"
"I'm sorry sugar." Ada nada penyesalan dari suara Ayah. "Hari ini aku tidak bisa menjemputmu. Ada kecelakaan, dan aku tidak bisa meninggalkannya."
"Oh okay dad. Tidak masalah. Aku akan berjalan saja ke rumah."
Rumahku dan CHS berjarak 1 kilometer, dan bagiku itu bukan jarak yang perlu untuk dipermasalahkan. Lagipula cuaca di Chicago tidak sepanas di Indonesia.
"Apa kau yakin? Atau kau bisa menungguku 1 jam lagi."
"It's not a big deal Dad. Aku akan berjalan saja."
"Baiklah. Kalau begitu hati-hati. Jaga dirimu. See you sugar."
"See you Daddy." Ucapku kemudian memutuskan panggilan.
Aku melanjutkan perjalananku menuju gerbang. Dan begitu aku keluar dari bangunan sekolah, hal pertama yang aku lihat di parkiran adalah Leo bersama anggota Griffin yang lain. Aku sempat melirik sekilas ke arah sana, dan lagi, Leo menatap ke arahku. Tapi aku berusaha tidak peduli dan terus berjalan hingga akhirnya aku keluar dari pintu gerbang.