"Jadi, saya jatuh dan cinta sendirian ya?"
Disclaimer!⚠️
Ini fiksi nggak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata, tolong bijak dalam membaca dan berkomentar.
Untuk readers baru, supaya nggak bingung, lebih baik baca dulu "The Qonsequences" baru ceri...
"Hari ini jadwal saya padat, ya?" Tanya Bapak dari ruangan kerjanya. Disana selain ada Mayor Teddy, juga ada Rizky, Rajif, Agung, dan Deril.
"Iya, Pak, hari ini ada acara peresmian RSPPN, selanjutnya Bapak ada acara tamu kenegaraan dari Australia, lanjut ada acara resepsi pernikahannya Wakil Kapolri, dan terakhir ada acara pertemuan dengan keluarga Bapak SBY." Jelas Mayor Teddy dengan singkat.
"Cucu saya ada yang ikut?" Tanya Bapak.
"Sepertinya tidak ada, Pak." Jawab Rajif.
"Sibuk semuanya, ya?" Bapak memastikan.
"Mbak Ati ada bimbingan skripsi, Pak. Mas Habib dan Mas Bintang masih di luar kota sampai lusa, acaranya Pertamina. Sedangkan Mbak Vanessa ada kegiatan di kampusnya, kalau tidak salah organisasi." Jelas Rizky setelah mengecek jadwal semua cucu Bapak.
"Mbak Ati dan Mbak Vanessa sampai sore kegiatannya?" Tanya Bapak lagi, karena Bapak selalu ingin cucu-cucunya ikut kegiatannya. Bukan hanya sekedar untuk pengalaman, tapi bentuk nyata dari perjuangan Bapak selama ini sebagai motivasi untuk cucu-cucunya.
"Mbak Ati terjadwal sampai pukul empat sore, Pak, kalau Mbak Vanessa sampai malam." Jelas Mayor Teddy.
"Kita tujuan terakhir di Pacitan ya, rumah Pak SBY? Setelah itu, saya mau jemput Vanessa di kampus, usahakan Ati ikut ya, Ted." Bapak berdiri dari kursi kebesarannya.
"Baik, Pak, siap, saya akan menghubungi Mbak Ati sekarang." Ucap Mayor Teddy. Ia langsung merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel miliknya. Mengetik satu nama dan langsung mengirim pesan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mayor Teddy menaruh ponselnya kembali di saku kantong seragam dinasnya. Hari ini karena ada acara peresmian, ia harus menggunakan PDH-nya. Seragam yang menjamin semua kaum hawa akan semakin terpincut. Tak lupa baret merahnya yang ia pakai dengan baik, berhasil memikat hati kaum hawa dari kalangan mana saja.
Mayor Teddy teringat Vanessa, gadis itu semalam mengeluh jika ia sakit perut, Mayor Teddy mengerti maksudnya. Vanessa tengah period hari pertama, sudah ada beberapa obat-obatan pereda nyeri yang sudah Mayor Teddy persiapkan untuk gadis itu. Tapi ia tidak tahu apakah Vanessa sudah meminumnya atau belum.