111

7K 345 28
                                        

"MAS, CAPEK MAS!" Keluh Vanessa yang sudah tidak sanggup lagi untuk berlari. Perempuan itu terduduk di aspal dan menyelonjorkan kakinya. Sesekali mengelap keringatnya di dahi.

"Belum juga satu kilo." Ledek Mas yang tadinya mendahului istrinya langsung berbalik dan menghampiri istrinya terduduk lemas di tengah jalan.

Pagi ini, Mas mengajak Vanessa untuk CFD di Bundaran HI. Awalnya, Vanessa menolak keras karena memang dari dulu dirinya tidak menyukai olahraga. Bahkan, ia lebih baik rebahan dan tidur sepanjang hari daripada harus berolahraga untuk memulihkan energinya dari banyaknya aktivitas dan tekanan dari pekerjaannya.

"Kalau kamu kan setiap hari juga olahraga, ya beda lah!" Rengek Vanessa yang sudah ngos-ngosan. Mas yang melihat tingkah Vanessa langsung tertawa dengan keringatnya yang bercucuran hampir di seluruh tubuhnya. Sleeveless kaos tanpa lengan yang Mas pakai memperlihatkan otot kekar yang selalu ia pertahankan dari dulu.

"Ketawain aku aja terus." Cibir Vanessa yang masih berusaha mengatur tempo pernapasannya. Mas juga ikut mengatur tempo pernapasannya.

"Mau gendong?" Tawar Mas yang mendekat ke arahnya.

"Nggak mau!" Tolak Vanessa.

"Mas lari aja nanti aku tungguin dimana gitu. Cuapek pol ini nggak bohong" Lanjut Vanessa lagi, ia juga tidak ingin menghalangi Mas melanjutkan aktivitasnya.

Mas geleng-geleng kepala sembari membuka tutup botol air mineral yang ia genggam dan memberikannya kepada Vanessa. "Nggak mau, maunya sama kamu. Kan jogging-nya sama istri masa sendiri? Nanti Mas digodain perempuan lain nggak papa?"

"Rese banget ngancemnya." Cibir Vanessa. Mendengar cibiran Vanessa, Mas semakin semangat untuk meledeknya.

"Yaudah jalan santai aja nggak papa?" Ucap Vanessa setelah meminum air mineral yang diberikan Mas, hampir menghabiskan setengah botol.

"Nggak papa, sayang." Sahut Mas, laki-laki itu kembali berdiri dan membantu Vanessa berdiri yang memakai kaos dan celana pendek warna pink muda. Bahkan, outfit olahraganya hari ini bertema pink dari warna ikat rambut hingga sepatunya.

Di sepanjang jalan menuju persimpangan Sarinah, Mas dan Vanessa menikmati jalan santai mereka dengan saling menggenggam tangan. Menikmati rombongan orang dan keluarga yang juga menikmati CFD hari ini. Melihat keramaian pagi ini bukan lah hal yang mengejutkan karena ini merupakan kegiatan yang setiap minggu diadakan. Mas sesekali melirik Vanessa, sesekali juga tertawa bahkan menahan tawanya melihat istrinya hari ini.

"Apasih ketawa mulu?" Tanya Vanessa heran.

"Lucu aja kamu, serba pink semua." Sahut Mas yang tidak bisa menghentikan tawanya.

"Daripada kamu aneh, serba hitam, nggak kepanggang emangnya? Terik gitu." Kata Vanessa yang ikut meliriknya juga.

"Yakin aneh? Padahal kamu biasanya makin klepek-klepek kalau Mas pake serba hitam." Ucap Mas yang menggoda istrinya.

"Y-ya iya sih, tapi kamu juga sengaja kan menarik perhatian orang lain?!" Ucap Vanessa jengkel.

Mas tertawa dan menarik Vanessa mendekat. "Enggak, Ibu Peri cantik. Cemburuan banget, Mas cium yang ada disini."

Vanessa langsung menatapnya tajam, memperingatinya jangan sampai aneh-aneh di sekitaran orang banyak.

"Mas, btw mau nanya deh." Ucap Vanessa iseng.

"Nanya apa?" Tanya Mas dengan menaikkan kedua alisnya.

"Penasaran aja, kamu emangnya nggak tergoda ya sama cewek-cewek yang body-nya goals dan ideal gitu? Soalnya, kamu juga suka ngegym dan pasti pengen banget ngegym date gitu." Sahut Vanessa dengan penasarannya. Sesekali ia juga menunjuk cewek dengan body goals menurutnya itu kepada Mas.

He Fell First and She Never Fell?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang