"Jadi, saya jatuh dan cinta sendirian ya?"
Disclaimer!⚠️
Ini fiksi nggak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata, tolong bijak dalam membaca dan berkomentar.
Untuk readers baru, supaya nggak bingung, lebih baik baca dulu "The Qonsequences" baru ceri...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bro, sorry ya gue cabut duluan." Mas pamit kepada teman-teman satu lettingnya.
"Mau kemana lo, Ted? Masih ada ini acara." Sahut temannya dengan bingung.
"Gue harus jemput cucu presiden." Lanjut Mas yang sudah mulai beranjak.
"Oh calon lo, ya?" Ledek teman-temannya yang satu meja dengannya.
"Doain aja, haha. Yaudah gue pamit ya. Bro, selamat kenaikan pangkatnya." Ucap Mas kepada salah satu temannya yang kini berada di pangkat yang sama dengannya.