"Jadi, saya jatuh dan cinta sendirian ya?"
Disclaimer!⚠️
Ini fiksi nggak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata, tolong bijak dalam membaca dan berkomentar.
Untuk readers baru, supaya nggak bingung, lebih baik baca dulu "The Qonsequences" baru ceri...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vanessa duduk di tepi tempat tidurnya dengan perasaan gelisah. Besok adalah hari yang sangat dinantikan, hari wisudanya, dan dia merasa campur aduk antara kegembiraan dan kekhawatiran. Seharusnya ini menjadi momen paling bahagia dalam hidupnya, namun ada begitu banyak hal yang membuatnya cemas.
Vanessa sudah mencoba menghubungi Mayor Teddy untuk melakukan video call. Dia berharap percakapan dengan Mayor Teddy bisa menenangkan pikirannya yang kalut. Namun, meski sudah berniat untuk menelepon, ternyata pacarnya itu ada kesibukan yang lain.